Melonjak 600%, Akseleran Targetkan Penyaluran Kredit Rp 1,2 Triliun

Akseleran optimis mencapai target, meski pengusaha umumnya akan bersikap wait and see pada tahun politik.
Desy Setyowati
19 Desember 2018, 12:57
Akseleran
KATADATA/DESY SETYOWATI

Perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 1,2 triliun pada 2019. Angka itu naik enam kali lipat dari realisasi penyaluran kredit mereka yang mencapai Rp 202 miliar hingga Desember 2018.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan optimistis penyaluran pinjaman masih akan positif tahun depan. Tahun ini saja, jumlah penyaluran pinjaman melampaui target Rp 200 miliar.

Berdasarkan pengalamannya, biasanya pelaku usaha memilih untuk menunggu dan melihat (wait and see) dalan hal ekspansi ataupun mengambil pinjaman, pada saat pemilihan umum (pemilu). "Kami optimistis tetap bisa mencapai target," kata dia dalam siaran pers, Selasa (18/12) petang.

Alasannya, kebutuhan pendanaan (funding gap) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sangat besar, yakni sekitar Rp1.000 triliun per tahun. "Yang terpenting kami tetap bisa menjaga kualitas pinjaman," ujarnya. Caranya, menjaga agar rasio kredit bermasalah (Non  Performing Loan/NPL) tidak lebih dari 1%.

Advertisement

(Baca: Fintech Lending Sudah Salurkan Pinjaman Rp 16 Triliun per Oktober 2018)

Adapun pinjaman Rp 202 miliar hingga pertengahan Desember ini disalurkan kepada lebih dari 400 peminjam, dengan tingkat NPL sebesar 0,5%. Menurut dia, besarnya pinjaman yang tersalurkan menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap operasional Akseleran yang meningkat.

Dia mencatat rata-rata pertumbuhan transaksi di Akseleran mencapai 20-30% setiap bulan. "Kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai Akseleran," kata Ivan.

Para pelaku UKM yang meminjam di Akseleran tidak lagi berpusat dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Peminjam dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatra dan Maluku mulai meningkat. "Penetrasi perluasan wilayah yang kami lakukan dan inovasi teknologi meningkatkan jumlah pengguna," ujar dia.

Jumlah pemberi pinjaman di Akseleran pun hampir mencapai 100 ribu. Untuk meningkatkan jumlah pemberi pinjaman, Akseleran menurunkan nilai investasi. Dengan uang Rp 100 ribu, pemberi pinjaman bisa berinvestasi di Akseleran. "Rata-rata imbal hasil yang didapatkan (investor) sebesar 18-21% per tahun,” ujarnya.

(Baca: Capai 86% Target, Akseleran Salurkan Kredit Rp 173 Miliar)

Sejalan dengan hal itu, aplikasi Akseleran sudah diunduh 100 ribu kali di Google Play Store dan App Store dalam tiga bulan. Untuk meningkatkan jumlah pengguna, Akseleran fokus pada pengembangan User Interface dan User experience (UI dan UX) aplikasi.

Tahun depan, Ivan ingin menggenjot pemasaran untuk meningkatkan jumlah peminjam dan pemberi pinjaman. Caranya, berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui skema referal, khususnya dengan e-commerce, bisnis pembayaran, dan penyedia sistem mesin kasir (point of sales/POS).

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait