Gandeng 3 Manajer Investasi, Bukalapak Luncurkan 5 Produk Reksa Dana

Tak hanya belanja online, Bukalapak juga ingin dikenal sebagai platform investasi online.
Desy Setyowati
29 November 2018, 15:08
DBS Bukalapak
Donang Wahyu|KATADATA
Perwakilan dari pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ikut serta dalam program wisausaha sosial Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbagi cerita dalam program bazar online #BelidanPeduli kerjasama Bank DBS dan Bukalapak di Jakarta, Selasa (3/11).

Perusahaan e-commerce  Bukalapak meluncurkan lima produk reksa dana baru. Hal ini dimungkinkan dengan menggandeng tiga manajer investasi yakni Bahana TCW Investment Management, Batavia Prosperindo Asset Management, dan Sucorinvest Asset Management.

Produk itu di antaranya Bahana MES Syariah, Batavia Dana Dinamis, Sucorinvest Sharia Equity Fund, Sucorinvest Maxi Fund, dan Batavia Dana Saham. Produk itu bisa dibeli melalui BukaReksa. Dalam hal ini, Bukalapak pun menggandeng financial technology (fintech) investasi, Tanamduit.

Menurut Head of Payment dan Financial Services Bukalapak Destya Danang Pradityo, Tanamduit ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. "Kami yakin Tanamduit partner yang sangat mendukung peningkatan investasi yang sudah ada di Bukalapak," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Saat ini, jumlah investor di BukaLapak pun mencapai sekitar 120 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 50% di antaranya merupakan investor aktif atau sudah membeli reksa dana. Mayoritas investor tersebut berada di Pulau Jawa, baru kemudian Sumatera. Meski begitu, investor dari Papua pun sudah ada.

Advertisement

(Baca juga: Ibarat Mal, E-Commerce Tak Hanya Tempat Belanja)

Adapun reksa dana paling banyak dibeli adalah pasar uang. Meski demikian, ia mencatat pertumbuhan reksa dana saham di BukaReksa lebih tinggi ketimbang reksa dana pasar uang. Alhasil, selisih kontribusi kedua reksa dana terhadap total dana kelolaan (assets under management/AUM) hanya sekitar 2%-5%.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa investor retail mulai memahami risiko dan keuntungan membeli reksa dana. "Investor BukaReksa sudah mulai sadar akan risiko dan tahu kalkulasinya," kata dia.

Hanya saja, ia belum mau menyebutkan total dana kelolaan di Bukalapak. Hanya, catatan Katadata, dana kelolaan Bukalapak mencapai Rp 50 miliar sejak Januari 2017 hingga Agustus 2018. "Dana kelolaan masih kecil karena investornya yang kecil-kecil (nilainya). Fokus kami adalah jumlah transaksi," kata dia.

Sejalan dengan hal itu, Bukalapak meluncurkan dua fitur baru. Pertama, fitur yang memungkinkan konsumen mencoba berinvestasi reksa dana. Melalui fitur itu, konsumen tak perlu melakukan pendaftaran untuk Know Your Costumer (KYC) di awal. "Jadi bisa tahap produk investasi maksimal 20 hari kerja. Lewat dari itu tanpa KYC reksa dananya di withdrawal," ujarnya.

(Baca juga: Rp 87 Triliun Modal Ventura Masuk Indonesia Sejak 2016)

Kedua, fitur kredit yang memungkinkan pengguna mendapat promo uang kembali (cashback) dan bisa dipakai lagi untuk membeli reksa dana. Meski begitu, ia menjamin produk dan inovasi yang dihadirkan oleh Bukalapak tetap aman dan sesuai aturan.

Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit Muhammad Hanif menambahkan, kolaborasi dengan Bukalapak adalah salah satu strategi untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai manfaat investasi dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

"Kami percaya investasi secara digital akan menjadi bagian dari gaya hidup, bukan hanya belanja online tetapi juga investasi online," ujarnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait