Go-Pay Bisa Dipakai di 313 Warung Pintar di Jabodetabek

Dengan bertransaksi non-tunai, pemilik toko tak perlu repot menyediakan uang kembalian dan pelanggan juga tidak usah menunggu lama.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
1 Agustus 2018, 13:03
Go-Pay
Go-Jek
Ilustrasi pembayaran melalui QR Code Go-Pay.

Startup retail Warung Pintar menggandeng PT Dompet Anak Bangsa atau Go-Pay untuk menyediakan layanan pembayaran. Dengan demikian, sistem pembayaran berteknologi Quick Response (QR) Code Go-Pay bisa dipakai di 313 Warung Pintar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata menyampaikan, layanan Go-Pay membantu mitra Warung Pintar mencatat transaksi dan mengatur pembukuan. “Kerja sama ini membantu mereka mengambil langkah pertama untuk mengakses layanan keuangan formal, sehingga lebih mapan dan sejahtera,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Katadata, Selasa (31/7).

Dia juga berharap, kolaborasi ini membuat jangkauan Go-Pay menjadi lebih luas, khususnya untuk masyarakat yang belum mengakses layanan perbankan (unbanked communities). Apalagi, layanan Go-Pay sudah bisa dipakai di beberapa warung tradisional.

(Baca juga: Pemerintah Kaji Penyaluran KUR dan Bansos Lewat Fintech)

COO Warung Pintar Harya Putra menambahkan, kolaborasi ini mendukung terciptanya ekosistem warung yang lebih produktif. Ia pun membuka peluang kerja sama dengan financial technology (fintech) sistem pembayaran lainnya. "Kami percaya adanya peluang besar bagi semua pemain pembayaran digital untuk membantu pedagang lokal," kata dia.

Berdasarkan riset internal, 72% pelanggan menginginkan layanan pembayaran non-tunai tersedia di Warung Pintar. Ia tak heran bila pemilik kios dan pelanggan ingin bertransaksi secara non-tunai. Sebab, pemilik toko tak perlu repot menyediakan uang kembalian dan pelanggan juga tidak usah menunggu lama. 

Selain itu, kerja sama ini memperkaya pengalaman berbelanja di warung yang berbeda bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. "Sistem ini memungkinkan mereka melacak semua transaksi secara digital, cepat, dan aman," ujarnya.

CEO Warung Pintar Agung Bezharie menyampaikan, kesadaran masyarakat kelas menengah ke bawah terkait manfaat sistem pembayaran non-tunai cukup baik. Ia berharap, kolaborasi ini meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berbelanja dengan efisien dan tanpa repot di Warung Pintar. "Teknologi yang tadinya kami pikir sulit diadaptasi, ternyata begitu digemari dan kuat di kalangan ini," ujarnya.

(Baca juga: Gurita Bisnis Go-Jek: Ojek Online, Sistem Pembayaran hingga Jual Galon)

Adapun, Warung Pintar berdiri pada November 2017 lalu. Kini, jumlah outlet Warung Pintar mencapai 313 yang dikelola oleh lebih dari 500 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) per Juli 2018. Jumlah tersebut meningkat 156,7% dari bulan sebelumnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait