4 Strategi Akseleran untuk Salurkan Kredit Rp 200 Miliar Tahun Ini

Akseleran baru mendapat pendanaan pra seri A sebesar US$ 1,85 juta atau sekitar Rp 26 miliar pada awal Juni 2018.
Desy Setyowati
24 Juli 2018, 11:32
Akseleran
Akseleran
Tim Akseleran

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menargetkan penyaluran dana investor mencapai Rp 200 miliar hingga akhir 2018.  Perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending yang baru berdiri pada September 2017 ini sudah menyalurkan Rp 75 miliar pinjaman kepada lebih dari 16 ribu peminjam per 23 Juli 2018.

Untuk bisa mencapai target tersebut, Akseleran menerapkan empat strategi. Langkah pertama adalah memperbanyak jumlah peminjam institutional.

Co Founder & CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyampaikan, ada beberapa investor institutional yang sudah bergabung seperti PT Indosurya Finance, PT Global Multi Finance Indonesia, dan PT Andalan Finance. Namun, jumlahnya kalah jauh dibanding investor individu yang mencapai 90% dari total 45 ribu akun lender terdaftar.

Ia ingin menambah jumlah peminjam institusional, karena nilai investasinya lebih besar. Dengan begitu, proses pengumpulan dana pinjaman untuk satu peminjam yang biasanya memakan waktu 3-10 hari, bisa menjadi lebih cepat. "Investor institusional yang kami temui rata-rata ingin melihat track record setahun dulu. September 2018 nanti kami setahun," ujarnya kepada Katadata, kemarin (23/7).

Advertisement

(Baca juga: Kerugian Perbankan Akibat Serangan Siber Capai Ratusan Juta Dolar)

Adapun investor institusional yang mungkin bergabung dengan fintech P2P lending seperti Akseleran biasanya merupakan multifinance, melalui skema channeling. Akseleran juga mencoba menggaet Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) di daerah untuk bergabung.

Akseleran juga merencanakan ekspansi dengan membuka sales representative di Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Semarang. Sebab, peminjam Akseleran masih terkonsentrasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jawa Barat (Jabar), dan Balikpapan.

Langkah ekspansi ini ditunjang oleh pendanaan pra seri A sebesar US$ 1,85 juta atau sekitar Rp 26 miliar yang didapat Akseleran pada awal Juni  2018. Investasi itu didapat dari beberapa investor, seperti induk usahanya PT Bintraco Dharma Tbk, sebuah perusahaan keluarga yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) dan angel investor.

"Ekspansi di Pulau Jawa dulu. Kalau sudah lengkap, kami lihat lagi kemungkinan (ekspansi) ke Bali dan Sumatera," kata Ivan.

(Baca juga: Penagihan RupiahPlus Bermasalah, Bagaimana Fintech Cegah Kredit Macet?)

Strategi ketiga yakni meningkatkan kepuasan pengguna (User Interface-User Experience/UI-UX) dengan memperbaharui situs dan meluncurkan aplikasi pada platform Android dan iOS. Di dalamnya, Akseleran mengembangkan dua fitur yaitu investasi otomatis dengan menyaring kriteria yang dapat diatur sesuai keinginan lender dan simulasi kredit.

Saat ini Akseleran menawarkan bunga pinjaman sebesar 11,75-30% per tahun. Kepada peminjam, Akseleran juga memungut biaya 3% dari total kredit, serta biaya notaris dan dokumentasi hukum.

Langkah terakhir adalah mengurus perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak Juni 2017 lalu, Akseleran sudah terdaftar dan diawasi OJK. Lantas, Akseleran juga mengajukan izin ke OJK. Ivan memprediksi proses perizinan ini akan memakan waktu karena adanya persyaratan teknis seperti standar keamanan informasi ISO 27001.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait