Naik 10 Kali Lipat, Uang Elektronik OVO Targetkan 60 Juta Pengguna

Untuk mencapai targetnya, OVO memperluas layanan pembayaran dengan CR Code, hingga penyaluran kredit.
Desy Setyowati
5 Juli 2018, 19:35
OVO
OVO
Pengumuman kerja sama OVO dengan Grab, Bank Mandiri dan Moka di Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/7).

PT Visionet Internasional (OVO) menargetkan jumlah penggunanya mencapai 60 juta pada penghujung 2018. Dengan jumlah pengguna yang saat ini masih di kisaran 5-6 juta, OVO pun melakukan berbagai cara untuk mengejar target.

Salah satu strategi OVO adalah dengan menggandeng banyak mitra untuk pengembangan jaringan. Selain itu, OVO yang kini dikenal sebagai penerbit uang elektronik juga akan meluncurkan layanan baru, dari pembayaran melalui Quick Response (QR) Code, hingga penyaluran kredit.

Hari ini, OVO mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Bank Mandiri Tbk, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), Grab, dan PT Moka Teknologi Indonesia (Moka). "Dengan kolaborasi ini, target (60 juta) yang tadinya sulit dicapai, menjadi lebih cepat," ujar President Director OVO Adrian Suherman saat konferensi pers di Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/7).

Kerja sama dengan Bank Mandiri, memungkinkan OVO diterima di 300 ribu mitra mulai dari restoran hingga toko. Lalu, 10 ribu mitra MOKA juga bisa memanfaatkan OVO untuk pembayaran oleh konsumennya. Pengguna OVO juga bisa mengisi ulang (top up) di Alfamart. Ke depan, OVO juga berencana mengembangkan layanan penarikan uang hingga pembayaran di jaringan retail Alfamart.

Advertisement

(Baca juga: Fitur Isi Ulang GrabPay Kembali Aktif Setelah 3 Bulan Vakum)

Tak hanya itu, OVO sudah bisa digunakan untuk transportasi umum Trans Semarang. Dalam waktu dekat, layanan serupa bakal dikembangkan untuk transportasi umum di DI Yogyakarta, Bandung, dan Medan.

Adrian menyatakan, OVO juga tengah menjajaki kerja sama dengan Jasa Marga untuk meluncurkan OVO Card yang bisa dipakai untuk membayar tol. Hanya, ia enggan menyampaikan waktu peluncurannya.

Adrian menegaskan, perusahaannya bakal fokus mengembangkan layanan pembayaran di bidang transportasi. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, OVO paling banyak digunakan untuk transportasi. Baru setelahnya, digunakan untuk pemesanan makanan dan minuman, membeli kebutuhan sehari-hari, pengisian pulsa, dan membayar tagihan.

Strategi OVO mengembangkan layanan pembayaran transportasi ini mirip dengan TCash. Aplikasi mobile financial services Telkomsel ini juga sudah digunakan oleh konsumen Trans Semarang. Di bidang transportasi, TCash juga sudah berkolaborasi dengan Blue Bird. 

(Baca juga: Bank Mandiri Berbagi Jaringan Merchant dengan OVO)

Selain itu, OVO berencana mengembangkan layanan QR Code untuk pembayaran di warung-warung pinggir jalan. Sebelumnya, Go-Pay sudah lebih dulu menyasar warung-warung pinggir jalan hingga SPBU milik Pertamina dengan menyediakan layanan QR Code.

OVO yang termasuk anggota pengkaji standardisasi QR Code bersama TCash, bakal meluncurkan layanan offline to online (O2O) ini bersamaan dengan program Bank Indonesia (BI) tersebut. "Dalam waktu dekat (kami ujicobakan standardasi QR Code)," ujarnya.

Selain itu, OVO juga akan masuk ke bisnis financial technologi (fintech) pada segmen lending dengan merilis layanan baru di bidang peminjaman. Layanan ini rencananya akan dirilis pada Kuartal IV 2018.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait