Bukan Indonesia, Malaysia jadi Pilihan Kantor Cabang Pertama Alibaba

Dalam pidatonya saat membuka kantor Alibaba di Malaysia, Jack Ma mengungkapkan kekagumannya terhadap Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Desy Setyowati
20 Juni 2018, 10:34
Alibaba di Malaysia
Twitter Mahathir Mohamad
Pertemuan CEO Alibaba Jack Ma dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (18/6).

Chief Executive Officer (CEO) Alibaba Jack Ma memilih Malaysia, sebagai lokasi kantor pertama perusahannya di Asia Tenggara. Ma tak secara gamblang memaparkan alasannya memilih Malaysia di antara negara lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hanya, dia terinspirasi dengan Multimedia Super Corridor (MSC).

Multimedia Super Corridor (MSC) merupakan proyek yang dibangun oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Mahathir bin Mohamad. "Saya pikir, 'Wow, ini ide jenius.' Jika Malaysia bisa melakukan ini, mengapa Tiongkok tidak bisa? Mengapa saya tidak bisa melakukan ini sendiri?" ujar Ma sebagaimana dikutip dari Straits Times, Senin (18/6).

Ia mengatakan, dirinya membaca tentang MSC melalui surat kabar pada 20 tahun lalu. Berkaca dari proyek yang menghubungkan kegiatan bisnis dengan internet dan menggunakan teknologi canggih tersebut, ia terinspirasi membuat Alibaba. Bila MSC dibangun pada 1996, Ma membangun Alibaba pada 1999. "Malaysia menginspirasi saya untuk menciptakan Alibaba," kata Ma.

(Baca juga: Ditopang Alibaba, Lazada dan Tokopedia Dominasi Pasar E-Commerce 2017)

Advertisement

Sebelum peluncuran kantor baru ini, Jack Ma bertemu dengan Mahathir. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam, sejak pukul 9 pagi di kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia. "Beliau adalah legenda. (Usianya) 93 tahun, tetapi tahu banyak tentang teknologi. Setelah berbicara dengannya, saya harus membaca lebih banyak buku," ujarnya.

Adapun, kantor baru Alibaba berada di gedung UOA di kawasan Bangsar South, Kuala Lumpur. Dalam peresmian tersebut, Ma didampingi oleh Duta Besar Tiongkok di Malaysia, Bai Tian dan Lim Guan Eng.

Sebelum rangkaian pertemuan terkait pembukaan kantor baru Alibaba, Ma sempat menghadiri peluncuran DFTZ (Digital Free Trade Zone) di Malaysia, pada November 2017 lalu. Program ini digagas untuk mempermudah distribusi e-commerce di Malaysia. Proyek ini sebelumnya dikenal dengan e-hub, yang didirikan oleh Alibaba Group bersama Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC).

(Baca juga: Modal Alibaba Jadikan Lazada Pemimpin Pasar E-Commerce Indonesia)

Proyek ini bertujuan untuk mendorong ekspor produk buatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), hingga dua kali lipat. Selain itu, diharapkan bisa menciptakan 60 ribu pekerjaan dan memfasilitasi perdagangan yang ditargetkan mencapai US$ 65 ribu pada 2025.

Sementara, pemerintah Indonesia pun berusaha memikat Alibaba untuk lebih banyak menanamkan modal di Tanah Air. Presiden Joko Widodo sendiri pernah berkunjung ke kantor pusat Alibaba di Tiongkok dan bertemu Jack Ma pada September 2016. Lalu pada Agustus 2017, Jack Ma ditunjuk sebagai penasihat e-commerce Indonesia.

Alibaba berinvestasi pada bisnis e-commerce di Indonesia melalui Lazada dan Tokopedia. Tak hanya menggurita di segmen jual beli online, pada Maret 2018 lalu, ALibaba juga membuka layanan pusat data di Jakarta.

(Baca juga: Saingi Amazon, Alibaba Cloud Luncurkan Data Center di Indonesia)

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait