Go-Food Beri Jalan Pulang bagi Warung Tasik dari Banjarmasin

Berkat Go-Food Festival, pemilik Warung Tasik memiliki kesempatan untuk tinggal dan bekerja lebih dekat dengan kampung halaman.
Desy Setyowati
17 Juni 2018, 07:00
Go-Food Festival
Go-Jek
Go-Food Festival

Seblak dan cilok merupakan jajanan populer di Jawa Barat. Namun, bukan berarti kudapan ini hanya disukai oleh masyarakat Sunda. Hal itu dibuktikan oleh pasangan Hariez dan istrinya, Frida Sartika saat membuka Warung Tasik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 2016 lalu.

Hariez dan Frida yang semula bekerja sebagai karyawan swasta memulai bisnis ini sebagai usaha sampingan. Keduanya berharap ada perantau dari tanah sunda yang bakal menjadi pelanggannya. Namun, siapa sangka penduduk setempat juga menyukai aneka kudapan mereka mereka.

Hariez menyampaikan, produknya mulai dikenal luas di Banjarmasin setelah bergabung dengan layanan pesan antar makanan besutan PT Go-Jek Indonesia, Go-Food pada pertengahan 2017. "Perbandingannya, sekitar 10 orang itu datang langsung, 20 pesanan lainnya dari Go-Food," ujar dia saat ditemui Katadata di Go-Food Festival Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Platform Digital Dongkrak Omzet UMKM)

Advertisement

Karena banyaknya pesanan melalui Go-Food, Go-Jek pun mengundang Warung Tasik untuk hadir di Go-Food Festival di Indonesia, yakni di GBK. Hariez pun lantas mengambil peluang itu. Ia memboyong istri dan kedua anaknya ke Jakarta.

Hariez mengatakan, jumlah pesanan kedainya di Jakarta tak jauh berbeda dengan tokonya yang ada di Banjarmasin. "Paling ramai saat jam makan siang dan menjelang buka puasa," kata dia. Adapun produk yang dijajakan di antaranya cilok, seblak, bakso aci, dan nasi liwet.

Melihat sambutan masyarakat yang positif, Hariez dan Frida pun berencana untuk membuka cabang permanen di Ibu Kota, kemungkinan daerah Tebet atau Blok M. Cabang baru ini akan dibuka setelah kerja sama dengan Go-Food Festival berakhir, tahun depan.

Keduanya bahkan berencana menutup warung mereka di Banjarmasin untuk memulai hidup baru di Jakarta. Setelah delapan tahun merantau ke luar pulau, keduanya kini ingin tinggal lebih dekat dengan kampung halaman. Hariez berasal dari Semarang, sementara Frida asli Tasikmalaya.

(Baca juga: Umur 21 Tahun, Natanael Sukses Kembangkan 36 Cabang Bananugget))

Adapun, Hariez membuka toko pertamanya di Jalan Bumi Mas Raya Nomor 16, Banjarmasin. Saat itu, ia dan istri sudah menjajakan produknya melalui penyedia transportasi online lokal, Amang Ojek besutan PT Berkah Kreasi Anak Banua. Lalu tokonya dipindahkan ke Jalan Perdagangan Komplek HKSN Blok 11 C Nomor 102, Banjarmasin pada April 2017.

Tak lama berselang, Go-Jek hadir di Banjarmasin. Mendengar beberapa cerita sukses dari mitra Go-Food yang lain, Hariez pun ikut mendaftar. Seingatnya, proses pendaftaran itu berlangsung sebulan. Setelah itu, warungnya langsung banjir pesanan.

Di Jakarta, pedagang yang menjajakan kuliner khas Sunda ini memang tergolong banyak. Seblak Edun di Tebet, Seblak Jeletet Anna di Gunung Sahari, dan Seblak Wae Atuh di Tanjung Duren juga disebut-sebut banjir pesanan melalui Go-Food. Ke semua restoran ini menawarkan bumbu yang hampir mirip dan level kepedasan, untuk menarik konsumen.

(Baca juga: Berkah Go-Food bagi Pisang Goreng Bu Nanik)

Supaya bisa bertahan di tengah banyaknya produk sejenis, Hariez rutin berinovasi dengan menambahkan beberapa komponen di masing-masing produk, seperti keju, smoked beef, dan lainnya. Bahkan, ia juga menjual produk yang belum matang supaya pelanggan bisa memakannya selagi hangat dengan proses memasak yang sederhana, karena bahan-bahannya sudah disajikan.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait