Pastikan Ada Pengemudi Saat Lebaran, Go-Jek Gandakan Bonus

Bonus yang bisa didapatkan saat Lebaran mencapai Rp 300 ribu, dengan syarat yang lebih mudah.
Desy Setyowati
13 Juni 2018, 07:00
Gojek
Arief Kamaludin|Katadata
Foto replika pendiri dan CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, di salah satu stand pamer Gojek.

Hari Raya Idul Fitri adalah momen untuk bersilaturahmi. Maka sewajarnya para pekerja ingin berkumpul bersama sanak kerabat di hari spesial itu, begitu pun para pengemudi ojek dan taksi online. Lalu, bagaimana jika jasa mereka dibutuhkan?

Dengan sistem kemitraan, perusahaan-perusahaan operator transportasi online tak bisa memaksa para pengemudi untuk bekerja. Maka, yang dilakukan oleh Go-Jek adalah dengan memberi iming-iming bonus tambahan.

Insentif tambahan ini berlaku di hampir seluruh kota, kecuali di Sabang, Pematangsiantar, dan Padang Sidempuan. "Di hari raya ini, ayo tetap jalankan order Go-Ride, Go-Food, atau Go-Send karena Anda berkesempatan untuk mendapatkan insentif tambahan spesial Lebaran," demikian bunyi pengumuman Go-Jek kepada para mitra pengemudinya, Ahad (10/6) lalu.

Ketentuannya, bila pengemudi mendapat 5 poin, ia akan mendapat bonus sebesar Rp 100 ribu. Jumlah itu berlipat hingga jika mereka dapat mengumpulkan 15 poin, maka bonus yang bisa dikantongi menjadi Rp 300 ribu.

Advertisement

Selisihnya cukup besar jika dibanding hari biasa. Sebab, biasanya para pengemudi itu hanya mendapat bonus senilai Rp 10 ribu untuk 12 poin, Rp 30 ribu untuk 16 poin, Rp 40 ribu untuk 20 poin, Rp 50 ribu untuk 24 poin dan Rp 70 ribu untuk 30 poin. Dengan begitu, nilai bonus maksimal yang bisa mereka dapatkan hanya Rp 200 ribu untuk 30 poin harian yang dikumpulkan.

(Baca juga: Valuasi Go-Jek Dekati Grab yang Telah Beroperasi di 8 Negara)

Sementara basis penghitungan poin sendiri tetap. Misalnya tiap menyelesaikan sekali order Go-Ride pengemudi akan mendapat 1 poin, dan 1,5 poin untuk pesanan Go-Food.

Lalu bagaimana dengan harga yang berlaku bagi konsumen saat hari raya? Saat ini, Go-Jek telah memberlakukan sistem dynamic pricing. Artinya, tarif jasa akan disesuaikan dengan jumlah permintaan dan pengemudi yang tersedia di wilayah Anda. Maka jika saat lebaran banyak pengemudi ojek dan taksi online pulang kampung, sementara pesanan ramai, bukan tak mungkin harga akan naik.

Edi Suhartomo, salah seorang mitra pengemudi Go-Jek di Jakarta mengatakan telah menerima informasi terkait insentif tambahan ini melalui pesan singkat. Ia pun tertarik untuk tetap bekerja saat lebaran demi penghasilan tambahan tersebut. Apalagi, tahun ini ia memang tak berencana mudik ke Jawa Tengah.

(Baca juga: Go-Jek Luncurkan Go-Daily, Layanan Pesan Antar Galon hingga LPG)

Hanya, ia mengusulkan agar insentif tambahan itu diberlakukan lebih lama, yakni selama masa libur dan cuti lebaran. "Saat lebaran kan orderan biasanya sepi. Ditambah lah (jumlah harinya)," ujar dia kepada Katadata, Senin (11/6).

Tak jauh berbeda, mitra Go-Jek lainnya, Erick Kristoper juga tak pulang ke kota asalnya di Medan, Sumatera Utara. Menurutnya, insentif tambahan itu memang menarik. Hanya, ia tetap berencana tak bekerja selama dua hari Lebaran. "Biasanya begitu memang. Kalau Lebaran saya meliburkan diri," ujar dia.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait