BI Implementasikan Standar Nasional QR Code Setelah Lebaran

Bank sentral juga akan mengatur biaya merchant discount rate (MDR) pada pembayaran melalui QR Code yang tampaknya akan dibedakan dengan kartu debit.
Desy Setyowati
4 Juni 2018, 11:12
Bank Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Bank Indonesia (BI) akan menjalankan implementasi standardisasi Quick Response (QR Code) secara terbatas pada beberapa mitra dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Sejalan dengan implementasi tersebut, BI juga mengkaji sejumlah aturan guna mendukung sistem pembayaran dengan teknologi baru tersebut.

"Implementasi terbatas, semoga setelah lebaran," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Wijanarko kepada Katadata, Sabtu (2/5) lalu. Dengan begitu, penyelenggaraan standar nasional QR Code secara luas bisa dilakukan pada Oktober atau Desember tahun ini.

Adapun aturan yang bakal melengkapi kebijakan ini adalah terkait biaya merchant discount rate (MDR) yang dibebankan kepada mitra terhadap setiap transaksi konsumen yang menggunakan QR Code.

(Baca juga: BI Disebut Bakal Tetapkan Pembagian Komisi QR Code)

Advertisement

Hanya, menurut Onny, sistemnya mungkin akan berbeda dengan alat pembayaran lainnya seperti kartu debit, kartu kredit, dan electronic data capture (EDC). "QR kan interface, bukan instrumen pembayaran. Maka (aturan MDR untuk QR Code) ini sedang dikaji," katanya.

Saat ini, batas atas tarif MDR sebesar 1% untuk transaksi ritel off us atau bukan mitra perusahaan sistem pembayaran yang bersangkutan. Sedangkan untuk transaksi on us atau mitra dari perusahaan, tarifnya 0,15%. Lalu untuk transaksi terkait pemerintah, MDR 0%.

Ia pun menargetkan aturan tersebut bakal terbit tahun ini juga. "Nanti working group akan memfasilitasi penyelarasan standard," ujar dia.

Saat ini, ada 12 perusahaan yang sudah mendapat izin untuk menyelenggarakan pembayaran dengan QR Code. CEO TCash Danu Wicaksana sebelumnya menyampaikan, hanya enam perusahaan yang akan mengimplementasikan standar nasional secara terbatas ini.

(Baca juga: Sedekah via QR Code, Seberapa Menarik bagi Pengguna Uang Elektronik?)

Kelompok pertama adalah TCash, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Artajasa Pembayaran. Danu menjelaskan, komposisi dari kelompok ini saling melengkapi karena terdiri dari bank, non bank, dan perusahaan switching.

Untuk bisa menjalani proyek percontohan ini, stiker QR Code milik TCash bakal diubah supaya bisa diterima oleh seluruh sistem pembayaran. Oleh karenanya, QR Code ini bakal memakai simbol Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait