Pentingnya Keamanan Data Konsumen di Mata Bos Go-Jek dan Blue Bird

Data nomor telepon pengguna misalnya, hanya dapat dilihat pengemudi saat pesanan berlangsung.
Desy Setyowati
27 April 2018, 07:00
Go-Jek
Arief Kamaludin|KATADATA
Pengemudi ojek Go-Jek tengah menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya di Jakarta.

Kebocoran data 87 juta pengguna Facebook membuat masyarakat semakin memperhatikan keamanan datanya saat berurusan dengan perusahaan-perusahaan digital. PT Go-Jek Indonesia dan PT Blue Bird Tbk pun menegaskan kerahasiaan data penggunanya.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, perusahannya bisa rugi jika menjual data pelanggan. "Nanti tidak ada yang pakai layanan kami," katanya dalam acara Pertamina Digital Expo di Kantor Pertamina, Jakarta, Kamis (26/4).

Ia menyampaikan, Go-Jek merupakan perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis online, berbeda dengan Facebook yang menjajakan iklan pada platform media sosialnya. Maka, bisnis utama Go-Jek adalah menyediakan layanan jasa dari para mitranya, baik pengemudi maupun merchant. "Kebijakan kami pun tidak boleh menjual data (konsumen)," kata dia.

(Baca juga: Pom Bensin Pertamina Terima Pembayaran dengan Go-Pay)

Advertisement

Data pengguna bagi Go-Jek bermanfaat untuk menganalisa kebutuhan masing-masing konsumen. Dari data tersebut, Go-Jek bisa mengembangkan personalisasi layanan sehingga konsumen semakin puas. Misalnya, si A menyukai martabak maka tampilan Go-Food pada aplikasinya akan menyesuaikan.

Selain itu, data konsumen Go-Jek juga dienkripsi. Alhasil, data pelanggan seperti nomor telepon misalnya, hanya bisa dilihat oleh pengemudi pada saat layanan berlangsung. Setelah itu, data akan terhapus dari ponsel pengemudi.

Dalam skala besar, data perilaku konsumen kemudian dapat diolah sedemikian rupa untuk kepentingan publik. Misalnya, data konsumsi martabak dapat dijadikan bahan pertimbangan pemerintah dalam pengembangan usaha kecil. Nadiem mengatakan, perusahaannya mengadopsi teknologi Google terkait keamanan dan olah data.

(Baca juga: Go-Jek Ekspansi ke Asia Tenggara, Nadiem: Waktunya Indonesia Menyerang)

Presiden Direktur Blue Bird Noni Sri Ayati Purnomo pun menyampaikan, perusahaan menjaga ketat data konsumennya. Misalnya, pengemudi bisa menghubungi konsumen yang memesan melalui aplikasi MyBlueBird, namun tidak bisa melihat nomor telepon pelanggan. "Jual data, sudah jelas tidak boleh," ujar dia.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait