Ketua DPR Menilai Wacana Pemblokiran Facebook Tak Tepat

Bambang Soesatyo menilai Facebook juga banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dimas Jarot Bayu
18 April 2018, 16:33
Bambang Soesatyo
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Facebook telah mengakui kebocoran data 87 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk 1 juta pengguna Indonesia. Namun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menilai Facebook tak perlu diblokir. "Bahwa kita menutup Facebook itu juga tidak bijaksana," kata Bambang di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4).

Bambang menyatakan, selama ini Facebook telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama para pengusaha industri kecil dan menengah (IKM). Sebab, banyak pengusaha kecil yang memasarkan produknya secara gratis melalui platform Facebook.

Hanya, Bambang juga menyatakan bahwa Facebook harus tetap dimintai pertanggungjawaban atas kebobolan data penggunanya. "Hal ini dilakukan agar persoalan ini tidak terus menerus terjadi. Memang yang perlu diminta komitmen Facebook," kata Bambang.

(Baca juga: DPR Kecewa Facebook Tak Serahkan Dokumen Kebocoran Sejuta Data)

Advertisement

Sebelumnya, Komisi I DPR mengaku kecewa dengan keterangan yang disampaikan petinggi Facebook Indonesia terkait kebocoran data penggunanya. Beberapa dokumen yang diminta anggota Komisi yang membidangi komunikasi ini tak bisa dihadirkan dalam rapat dengar pendapat umum yang digelar kemarin.

Anggota Komisi dari Fraksi Golkar, Meutya Viada Hafid mengatakan, sulit memberikan penilaian atas kasus ini, sebab beberapa dokumen, seperti perjanjian antara Facebook dan Cambridge Analytica, tidak bisa diakses. “Saya minta data itu diserahkan supaya kami tahu bagaimana mau melangkah untuk membahas pencurian data,” kata Meutya di Senayan, Jakarta, Selasa (17/4) kemarin.

(Baca juga:  Sejuta Data Bocor, Facebook Klaim Tetap Banyak Manfaat)

Karena itu, DPR meminta agar Facebook memberikan hasil audit investigasi Facebook terkait kebocoran data penggunanya. Jika tidak dipenuhi, DPR mengancam akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk melakukan blokir sementara Facebook.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait