Modalku Targetkan Penyaluran Kredit Rp 1 Triliun pada Semester I 2018

Tingkat kredit macet fintech Modalku tahun lalu mencapai 1,5%.
Desy Setyowati
18 April 2018, 15:14
Fintech
Arief Kamaludin (Katadata)

Perusahaan financial technology (fintech) Modalku telah menyalurkan kredit sebesar Rp 400 miliar per 17 April 2018. Hingga Juni 2018, fintech besutan PT Mitrausaha Indonesia Grup ini menargetkan pembiayaan Rp 1 triliun.

CEO Modalku Reynold Wijaya menyatakan, mayoritas peminjam berasal dari Indonesia, sisanya dari Malaysia dan Singapura. "Jadi butuh Rp 500-Rp 600 miliar lagi dalam dua bulan ini," kata Reynold di Jakarta, Rabu (18/4).

Sepanjang tahun lalu, Modalku menyalurkan pinjaman Rp 1 triliun dengan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,5% di 2017.

(Baca juga: Pemerintah Cermati Keamanan Data Nasabah Fintech dan E-Commerce)

Advertisement

Ada sekitar 3 ribu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tiga negara yang mendapat pinjaman. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 550 miliar di antaranya diberikan ke UKM di Indonesia. "Indonesia tetap jadi market terbesar, sekitar 2 ribu peminjam," kata dia.

Berdasarkan profilnya, peminjam yang paling banyak mendapat pendanaan di bidang retail atau pengecer dan jasa. Pengusaha di kedua bidang ini, kata dia, memang jarang memiliki jaminan sehingga sulit dapat pinjaman dari perbankan.

Ke depan, Modalku fokus memperbaiki fundamental melalui penilaian kepada peminjam yang lebih presisi sehingga NPL tidak membesar. Menurut Reynold, itu juga yang diinginkan oleh investornya. "Yang penting itu kan pertumbuhan yang berkesinambungan," ujar Reynold.

(Baca juga: Inilah 13 Fintech yang Akan Berkembang Pesat di Indonesia)

Menutup tahun lalu, Modalku membuka kantor operasional di Bandung dan Surabaya. Perusahaan berbasis Peer to Peer (P2P) Lending ini juga berkolaborasi dengan perusahaan rintisan (start-up) agriculture, TaniHub dan Biro Kredit PEFINDO sebagai lembaga pengelola informasi kredit.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait