Kebocoran Data Pengguna Facebook Diduga Lebih dari 87 Juta

Saksi baru dari Cambridge Analytica mengungkapkan bahwa ada aplikasi lain yang memanen data pengguna Facebook.
Pingit Aria
18 April 2018, 12:54
Mark Zuckerberg
Erin Scott / ZUMA Wire / dpa
Polisi Capitol AS mengawal CEO Facebook Mark Zuckerberg (tengah) menyusuri lorong sebelum tampil di dua sidang kongres akhir pekan ini di Capitol Hill di Washington, D.C., Amerika Serikat, 09 April 2018.

Skandal kebocoran data 87 juta pengguna Facebook pertama kali terbongkar berkat kesaksian mantan pegawai Cambridge Analytica, Christopher Wylie. Kini, seorang saksi lain dari firma yang sama menyatakan bahwa jumlah data pengguna Facebook yang bocor diduga lebih dari 87 juta.

Dalam kesaksian tertulisnya yang dibacakan di Parlemen Inggris, seorang mantan pegawai Cambridge Analytica, Brittany Kaiser menyatakan bahwa ada beberapa pengembang aplikasi lain yang turut memanen data pengguna Facebook.

“Jika Anda membuka Facebook dan menemukan beberapa kuis kepribadian yang viral, tidak semuanya dikembangkan oleh Cambridge Analytica atau afiliasi kami. Tetapi aplikasi-aplikasi ini juga dirancang secara spesifik untuk mendapatkan data pengguna Facebook,” katanya seperti dikutip The Verge, Selasa (17/4).

(Baca juga: DPR Kecewa Facebook Tak Serahkan Dokumen Kebocoran Sejuta Data)

Advertisement

Kaiser menyebut “sex compass” dan “your music personality” sebagai contoh aplikasi kuis yang dirancang untuk mengeruk data pengguna Facebook. Melihat banyaknya kuis serupa dalam platform media sosial milik Mark Zuckerberg itu, ia percaya data pengguna yang bocor jauh melebihi angka yang telah diumumkan.

“Saya cukup yakin bahwa jumlah data pengguna Facebook yang bocor melalui modus serupa yang digunakan oleh Kogan jauh melebihi 87 juta,” ujarnya.

Sebelumnya, kesaksian Christopher Wylie mengungkapkan bahwa Cambridge Analytica telah memanfaatkan kuis bertajuk “Ths Is Your Digital Life” untuk mengeruk data pengguna Facebook secara illegal. Kuis kepribadian tersebut dikembangkan oleh seorang psikolog Universitas Cambridge bernama Aleksandr Kogan.

(Baca juga:  Sejuta Data Bocor, Facebook Klaim Tetap Banyak Manfaat)

Wylie sebelumnya memperkirakan bahwa data pengguna Facebook yang dicurinya sekitar 50 juta. Namun, belakangan Facebook mengakui bahwa data yang bocor mencapai 87 juta pengguna, termasuk sekitar 1 juta pengguna Indonesia.

Reporter: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait