Allianz Suntik Modal Rp 481 Miliar ke Go-Jek

Allianz turut dalam putaran pendanaan sebesar US$1,5 miliar yang juga diikuti Alphabet Inc, Tencent, hingga Astra dan Djarum.
Desy Setyowati
11 April 2018, 20:15
Gojek
Arief Kamaludin|Katadata
Foto replika pendiri dan CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, di salah satu stand pamer Gojek.

Perusahaan asuransi raksasa asal Jerman, Allianz, baru saja mengucurkan dana senilai US$35 juta atau sekitar Rp 481,63 miliar untuk Go-Jek. Investasi yang digelontorkan melalui unit bisnis investasi digital Allianz X.

Ini merupakan kali pertama bagi Allianz berinvestasi ke startup di Asia Tenggara. "Go-Jek telah menunjukkan rekam jejak keberhasilan dalam sektor transportasi, logistik dan pembayaran. Kami berharap dapat mendukung pertumbuhan mereka yang berkelanjutan," ujar Nazim Cetin, CEO Allianz X dikutip dari Tech in Asia, Rabu (11/4).

Dengan adanya investasi ini, Allianz menjadi satu-satunya perusahaan asuransi internasional yang memegang saham Go-Jek. Allianz berpartisipasi dalam putaran pendanaan sebesar US$1,5 miliar yang juga diikuti perusahaan-perusahaan seperti Alphabet Inc, Tencent, hingga Astra dan Djarum. Putaran tersebut menurut Tech Crunch telah ditutup, dan membuat valuasi Go-Jek melampaui US$ 4,5 miliar. 

(Baca juga:  Uber Tersingkir, Persaingan Grab dan Go-Jek Makin Sengit)

Advertisement

Go-Jek dan Allianz sendiri telah menjalin hubungan selama 2 tahun terakhir melalui Allianz Indonesia. Perusahaan tersebut menawarkan asuransi kesehatan bagi pengemudi Go-Jek dan keluarga mereka. 

Alianz pun berencana memperluas cakupan kerja sama tersebut bagi para mitra dan pelanggan Go-Jek. Apalagi, Go-Jek memiliki layanan keuangan di Indonesia. “Bersama, kami bisa menawarkan produk keuangan yang unik dan menyasar masyarakat yang lebih luas," kata Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Joos Louwerier dikutip dari Deal Street Asia.

Selain itu, Go-Jek juga dilaporkan tengah menyiapkan ekspansi ke empat pasar baru, baik di dalam maupun di luar negeri. Perusahaan transportasi online itu telah mempekerjakan manajemen dan tim operasional di Filipina, Thailand dan Vietnam dan kemungkinan juga di Singapura.

(Baca juga:  Grab dan Go-Jek Kini Berebut Mantan Pengemudi Uber)

Pengumuman masuknya investasi baru bagi Go-Jek ini hanya beberapa pekan setelah Grab mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara. Hanya, sampai laporan ini ditulis, belum ada pernyataan dari pihak Go-Jek.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait