Sinarmas Gandeng Yahoo Jepang Dirikan Perusahaan Modal Ventura

Terjun ke bisnis digital adalah jalan tunggal. “Kertas tulis tidak laku lagi, (kalau) tetap bikin ya hancur,” kata Chairman Sinarmas Franky Oesman Widjaja.
Pingit Aria
22 Maret 2018, 10:10
Chairman Sinarmas, Franky O Widjaja
Katadata/Arief Kamaludin
Chairman Sinarmas, Franky O Widjaja di Jakarta, Rabu, (19/08).

Sinarmas , East Ventures dan Yahoo Japan membentuk perusahaan modal ventura yang dinamai EV Growth. Modal ventura ini akan membidik perusahaan rintisan tahap pertumbuhan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia untuk disuntik modal.

EV Growth akan diluncurkan hari ini, Kamis (22/3). Didukung oleh tiga pemain berpengalaman, EV Growth akan mulai aktif beroperasi di kuartal kedua tahun ini.

(Baca juga:  DANA dari Emtek Ramaikan Persaingan Uang Elektronik Indonesia)

Dalam wawancara dengan Katadata, beberapa waktu lalu, Chairman Sinarmas Franky Oesman Widjaja menyatakan, perusahaan harus beradaptasi dengan perkembangan digital. Sinarmas yang dikenal sebagai pemain besar di bidang agrobisnis pun tak menutup mata.

Advertisement

Ia mencontohkan, penggunaan kertas tulis –salah satu bisnis andalan Sinarmas– telah banyak tergantikan dengan teknologi. “Kertas tulis tidak laku lagi, (kalau) tetap bikin ya hancur,” kata Franky, awal Maret lalu.

Sebelum masuk ke bisnis pendanaan melalui EV Growth, Sinarmas, melalui anak usahanya, Sinarmas Land pun telah membuka digital hub di Bumi Serpong Damai (BSD). “BSD itu mau kami buat BSD Valley. Sillicon Valley jadi BSD Valley,” ujar Franky.

(Baca juga: Kunci Ketahanan Pangan adalah Produktivitas)

Ia mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan, Sinarmas memang akan mendorong bisnis digitalnya. “Big data, artificial intelegence, internet of things, machine to machine, semua adalah teknologinya, tapi aplikasinya yang penting,” katanya. Ia menambahkan, “Tentu, kami akan pikirkan bagaimana mengkomersialkan-nya.”

Reporter: Michael Reily, Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait