Lewat Twitter, Pendiri WhatsApp Serukan Boikot Facebook

Facebook tengah menghadapi krisis terkait kebocoran data pengguna.
Pingit Aria
21 Maret 2018, 16:42
Ilustrasi Facebook
Katadata

Setelah terseret kasus penyalahgunaan data 50 juta penggunanya, kini Facebook harus menghadapi seruan boikot yang digaungkan oleh pendiri WhatsApp. Sementara, bos Facebook Mark Zuckerberg tak juga muncul ke permukaan.

Brian Acton yang mendirikan WhatsApp bersama Jan Koum menyatakan, ini adalah saat yang tepat untuk 'memboikot' Facebook. “Ini saatnya #deletefacebook,” kicaunya di Twitter, Selasa (20/3) waktu Amerika Serikat.

Seruan itu pun di-retweet ribuan kali. Bahkan, tagar #deletefacebook sempat menjadi trending topic. Apalagi, Acton sendiri terbukti telah menghapus akun Facebook pribadinya.

Masih belum jelas apa yang mendasari Acton mengunggah cuitan tersebut. Padahal setelah Acton ‘pergi’, WhatsApp telah diakuisisi oleh Facebook.

Advertisement

(Baca juga:  Jokowi hingga Menteri Susi jadi Tokoh Favorit di Twitter)

Seruan boikot ini menambah krisis setelah Facebook tertimpa isu mengenai penyalahgunaan data. Sebelumnya, The Guardian, New York Times dan Channel 4 memberitakan, sekitar 50 juta data pengguna Facebook bocor ke tangan konsultan politik yang berbasis di Inggris, Cambridge Analytica. Data itu kemudian disalahgunakan untuk kampanye yang memenangkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kasus penyalahgunaan data Facebook oleh Cambridge Analytica sudah terungkap sejak beberapa hari lalu. Namun, belum ada pernyataan resmi dari para eksekutif Facebook, baik CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Facebook Sheryl Sandberg hingga saat ini. 

"Mark, Sheryl dan tim mereka sedang bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan fakta yang ada dan mengambil langkah yang sesuai untuk ke depannya, itu karena mereka menganggap masalah ini sangat serius," tulis Facebook dalam pernyataan resminya dikutip dari The Verge, Rabu (21/3).

(Baca juga: Waspadai Akun Robot Media Sosial di Tahun Politik)

Zuck dan Sandberg sebelumnya dikritisi karena masih menutup mulutnya terkait respons Facebook terhadap kasus Cambridge Analytica. Bahkan senator top dari Partai Demokrat, Dianne Feinstein, menyatakan Zuckerberg wajib memberi kesaksian ke Kongres tentang bagaimana cara Facebook menangani data penggunanya.

    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait