Hingga Kemarin, Sekitar 70 Juta Nomor Prabayar Berpotensi Terblokir

Pengguna masih berkesempatan mendaftarkan nomornya hingga Rabu (28/2) malam untuk menghindari pemblokiran parsial.
Pingit Aria
1 Maret 2018, 10:17
Ponsel internet
Arief Kamaludin (Katadata)

Hingga Rabu (28/2) siang kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat jumlah nomor yang sudah melakukan  registrasi kartu SIM prabayar sebanyak 305,78 juta. Artinya, ada sekitar 70 juta nomor yang belum  didaftarkan  dan berpotensi kena blokir parsial hari ini.

“Jumlah nomor prabayar yang beredar di Indonesia sebanyak 376 juta, tapi kami harapkan sampai malam kemarin masih banyak yang didaftarkan, jadi yang terblokir tidak sebanyak itu” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Sutrisman, Kamis (1/3).

Sutrisman juga menyampaikan bahwa hingga kemarin siang, dari sekian operator, jumlah pelanggan di Telkomsel paling banyak yang sudah terdaftar, yakni 172 juta nomor. Indosat Ooredoo mengikuti di belakangnya dengan jumlah nomor teregistrasi 101 juta.

(Baca juga: Telkomsel dan Indosat Beri Bonus Kuota bagi Pendaftar Kartu Prabayar)

Advertisement

Adapun XL Axiata (42 juta), Smartfren (5,8 juta), Hutchinson Tri (13 juta), dan Net1 (sekitar 9 ribu). "Sesuai jumlah pelanggannya, Telkomsel paling banyak yang sudah registrasi," ujar Sutrisman.

Jumlah nomor yang teregistrasi masih bisa bertambah mengingat pemblokiran total baru akan dilakukan pada 1 Mei 2018. "Selama belum dilakukan penghentian total maka yang bersangkutan masih bisa melakukan registrasi,” Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli.

Dalam konferensi pers kemarin, Kominfo menegaskan pemblokiran nomor seluler prabayar berlangsung secara bertahap mulai hari ini. Layanan pertama yang dilumpuhkan bagi yang belum mendaftarkan nomornya pada tahap pertama ini adalah panggilan suara dan SMS keluar.

(Baca juga: 4 Faktor yang Membuat Registrasi Kartu Prabayar Gagal)

Pada tahap kedua, mulai 1 April 2018, layanan yang akan diblokir adalah panggilan suara dan SMS yang masuk. Apabila masih belum juga mendaftar, pemerintah dan operator seluler akan memblokir data internet pelanggan pada 1 Mei 2028. Pada saat itu pula, nomor akan terblokir total.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait