Setelah Astra, Giliran Djarum Umumkan Investasi ke Go-Jek

Go-Jek dan Blibli.com akan berkolaborasi untuk meningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor UMKM.
Desy Setyowati
12 Februari 2018, 19:06
Go-Jek
Arief Kamaludin|KATADATA
Pengemudi ojek Go-Jek tengah menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya di Jakarta.

Setelah pagi tadi secara resmi mengumumkan pendanaan sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun dari Astra, Go-jek kembali mengumumkan investasi baru. Kali ini, perusahaan modal ventura milik Grup Djarum, Global Digital Prima (GDP) Ventures, melalui anak usahanya PT Global Digital Niaga (GDN) resmi menjadi investor baru Go-Jek.

GDN menilai kemampuan Go-Jek dalam menyediakan solusi online yang inovatif dan jangkauan konsumen luas telah menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. "Kami tahu bisnis ini akan berkembang. Di Go-Jek, kami berkomiten investasi jangka panjang," kata Group Director Business Diversification GDN George Hendrata di Hotel Mid Plaza, Jakarta, Senin (12/2).

George belum mau merinci nilai investasi yang digelontorkannya. Namun, menurut sumber Katadata, perusahaan yang juga memiliki situs jual beli Blibli.com ini menyuntikkan dana US$ 100-120 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun ke Go-Jek. "Ini kan baru fase pertama. Bisa saja ada fase kedua, ketiga. Jadi investasi kami akan terus," tutur George.

Sementara, Chief Executive Officer (CEO) GDN Kusumo Martanto menyatakan bahwa kerja sama ini juga akan mempermudah konsumen Blibli.com baik dalam hal pembayaran ataupun logistik. Kolaborasi ini juga semestinya akan membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Go-Jek dan Blibli.com untuk mengembangkan bisnisnya.

"Kami sama-sama ingin jadi wadah dari penjual dan pembeli, sementara kami terus kembangkan teknologi ini," ujar Kusumo. (Baca juga: Terima Investasi dari Google hingga Astra, Kapan Go-Jek IPO?)

Di pihak lain, Presiden dan Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo menyatakan, GDN merupakan salah satu investor terbesar dalam konsorsium yang juga melibatkan 24 perusahaan, termasuk Alphabet (induk Google), Temasek, hingga Astra. Total pendanaan pada putaran tersebut konon mencapai US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 20 triliun). "Finance racing total tidak bisa dipublikasikan," kata dia.

Menurut Andre, dana yang masuk akan digunakan untuk ekspansi agar Go-Jek menjangkau lebih banyak kota di Indonesia.

Sementara, CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim percaya teknologi dapat menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Go-Jek dan Blibli.com bisa saling berkolaborasi untuk terus berkontribusi meningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor UMKM," kata dia.

(Baca juga: Suntik Go-Jek Rp 16 Triliun, Google Pacu Ekonomi Digital Indonesia)

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait