Mendag Tuding Blibli.com Jual 90% Produk Asing

Tanpa menyebut komposisi produk yang dijualnya, Blibli minta pemerintah mengkaji banyak hal sebelum mewajibkan e-commerce menjual 80% produk lokal.
Pingit Aria
2 Februari 2018, 12:36
Logistik e-commerce
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pekerja memilah paket barang di gudang logistik TIKI di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada e-commerce yang menjual hingga 90% produk impor di platform-nya. Pemerintah kini membuat wacana untuk mewajibkan e-commerce menjual minimal 80% produk lokal.

“Kami duga Blibli.com 90% menjual produk asing,”  kata Enggar saat pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Rabu (31/1) lalu. Ia menambahkan, “Tapi ini kan dugaan yang tidak bisa kami nyatakan berapa tepatnya, persisnya.”

Enggar menyatakan, ada arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Komunikaksi dan Informatika, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mengontrol barang-barang yang dijual di e-commerce. “Kita harus bisa memanfaatkan marketplace besar untuk produk lokal,” ujarnya.

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti menyatakan bahwa jajarannya tengah mengkaji kewajiban e-commerce untuk menjual 80% produk lokal dalam marketplace.

Advertisement

(Baca juga:  Pengusaha e-Commerce Minta Penjual di Media Sosial Ikut Kena Pajak)

Regulasi tersebut, menurutnya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Di mana, sebelumnya kewajiban untuk menjual minimal 80% produk lokal telah diterapkan bagi toko retail modern melalui Permendag Nomor 70 Tahun 2013. “Nanti dalam perdagangan online juga sama,” kata Tjahya, Kamis (1/2).

Saat dikonfirmmasi, CEO Blibli.com Kusumo Martanto enggan menyebut komposisi produk impor yang dijual pada platform-nya. Secara umum, ia menyatakan siap mendominasi platform-nya dengan produk lokal. Hanya, Kusumo menyatakan, pemerintah harus mengkaji banyak hal sebelum mewajibkan e-commerce menjual 80% produk lokal. 

“Produk lokal itu banyak. Tapi kami perlu semua stakeholder siap. Misalnya platform siap, produsen siap enggak?" kata Kusumo usai meresmikan kerja sama dengan Pos Indonesia di Jakarta, Kamis (1/2).

(Baca juga: E-Commerce Wajib Jual 80% Produk Lokal, Bagaimana Kesiapan UKM?

Berdasarkan pengalamannya, Kusumo menyatakan, masih banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Blibli.com yang belum siap menerima tambahan pesanan dari netizen. "Kami sudah kerja sama dengan ribuan UKM, baik langsung maupun melalui partner kementerian," kata Kusumo. Ia menambahkan, "Masih banyak yang belum siap pada saat penjualannya naik.”

Reporter: Michael Reily, Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait