Fintech Pinjam.co.id Ekspansi Bisnis Gadai Lewat Kantor Pos

Selain memiliki 3 cabang utama dan 29 mitra, Pinjam.co.id juga menjalankan skema keagenan dalam praktik gadainya.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
25 Oktober 2017, 16:14
Fintech
Arief Kamaludin | Katadata

Perusahaan financial technology (fintech) Pinjam.co.id memperluas bisnis gadai yang dijalankannya lewat kemitraan dengan Pos Indonesia. Nantinya, kantor pos bakal menjadi tempat penyimpanan dan pencairan uang dari barang yang digadaikan ke Pinjam.co.id.

Chief Executive Officer Pinjam.co.id Teguh Ariwibowo menyatakan, Pos Indonesia memiliki jaringan yang luas. “Kami lihat kantor pos bisa membantu kami mendekatkan diri dengan masyarakat supaya mendapatkan akses keuangan,” kata Teguh di Jakarta, Rabu (25/10).

Sebagai mitra strategis, Pos Indonesia bakal menyediakan penaksir barang jaminan gadai, tempat penyimpanan dengan standar pengananan lokal, serta area untuk melakukan proses administrasi kontak hingga pencarian dana. Terdapat 20 unit kantor pos di Jakarta yang menjadi tempat pegadaian dari Pinjam.co.id.

Caranya, calon nasabah harus mendaftarkan barang yang ingin digadaikan di situs resmi Pinjam.co.id. Setelah perkiraan taksiran harga gadai keluar dan notifikasi didapatkan, calon pegadai membawa keterangan ke kantor pos yang dipilih pada tempat gadai.

(Baca juga: Tidak Semua Fintech Akan Bertahan)

Nantinya, petugas di kantor pos akan menaksir ulang harganya dan memberikan persetujuan dalam 15 menit. Pencairan uang bakal terjadi sejam kemudian setelah Pos Indonesia sebagai mitra memberikan konfirmasi ke Pinjam.co.id.

Teguh menyatakan, kolaborasi kedua pihak telah dicoba sejak 5 April 2017. Waktu 6 bulan digunakan untuk menyambungkan sistem pada unit-unit gadai di kantor pos yang bekerja sama. “Selama masa percobaan, kami sudah menangani ribuan pengajuan,” ujarnya.

Pemilihan Pos Indonesia sebagai mitra merupakan salah satu strategi dari Pinjam.co.id untuk berkembang. Pasalnya, untuk ekspansi ke luar daerah, perusahaan gadai harus memiliki bangunan fisik di daerah operasional sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 31/POJK.05/2016.

Untuk mendapatkan izin dari OJK, Pinjam.co.id bakal membawa citra gadai sebagai jawaban permasalahan masyarakat. “Kami mampu memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah keuangan masyarakat,” jelas Teguh.

Saat ini, Pinjam.co.id memiliki 3 cabang utama dan 29 mitra yang terbagi dalam toko emas, toko elektronik, toko kamera, dan penjualan pameran kendaraan di Jakarta. Selain itu, ekspansi dilakukan dengan sistem keagenan.

(Baca juga:  Beda dengan Bank, Dana Kelola Fintech Akan Dibatasi oleh OJK)

Agen adalah perpanjangan tangan untuk mengedukasi nasabah dan memasarkan produk gadai Pinjam.co.id. “Apresiasi yang didapatkan agen adalah 0,75% dari hasil transaksi, kalau ada pinjaman sebesar Rp 100 juta agen akan dapat Rp 750 ribu,” tutur Teguh.

Ekspansi yang dilakukan Pinjam.co.id memang menghemat dan memanfaatkan teknologi digital. Potensi efisiensi yang bisa dilakukan perusahaan digital adalah melalui logistik. Teguh mengungkapkan pengembangan bisnis bisa dilakukan dengan pembangunan fisik yang minim.

Sementara, Direktur Retail dan Sumber Daya Manusia Pos Indonesia Ira Puspadewi menyatakan, kerja sama yang diteken dengan Pinjam.co.id berdurasi 2 tahun. Kerja sama ini, menurutnya sejalan dengan visi Pos Indonesia.

“Anak muda adalah sasaran masyarakat yang akan kita dekati karena pengguna Pinjam.co.id berada dalam rentang usia 20-40 tahun,” tutur Ira.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait