Uber Dukung Mitra Pengemudinya Berwirausaha

Uber telah memiliki 8.487 mitra pengemudi yang juga berwirausaha yang tersebar secara nasional.
Michael Reily
3 Oktober 2017, 15:32
uber
Katadata
Aplikasi Uber

Perusahaan transportasi digital Uber meluncurkan program UberEntreneurship untuk mitra pengemudi yang berprofesi juga sebagai wirausaha. Program ini dibuat untuk mengakomodasi kemauan wirausaha yang ingin berbagi cerita dengan penumpang atau mitra pengemudi lain.

Menurut data AlphaBeta, ketertarikan pengemudi untuk membangun jaringan baru sebesar 79,8%, sedangkan penumpang yang ingin mendengarkan cerita mitra pengemudi sekitar 28%. Sehingga, kemungkinan untuk berbagi cerita antara kedua pihak cukup besar.

“Uber mendukung kewirausahaan di Indonesia melalui dua hal, yaitu memperluas jaringan dan pelatihan kewirausahaan,” kata Head of Public Policy and Government Affairs Uber Indonesia, John Colombo di Jakarta, Selasa (3/10).

Tercatat, Uber telah memiliki 8.487 mitra pengemudi sekaligus wirausaha yang tersebar secara nasional. Namun, pembagiannya masih terpusat di Jakarta 66,5%, Surabaya 12,4%, dan Bandung 6,3%. Sehingga, dia ingin UberEntrepreneurship membantu wirausaha.

Advertisement

Menurut John, langkah ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin pelaku usaha lokal bertambah. Targetnya, ada 1 juta wirausaha baru pada 2019.

Uber juga telah melakukan survei bahwa 61% mitra pengemudi Uber menggunakan aplikasi sebagai mata pencaharian dengan waktu kurang dari 10 jam dalam sehari. Sehingga, analisa John, sebagian besar mitra pengemudi tidak menggunakan Uber sebagai pekerjaan utama.

Riset AlphaBeta, tiga alasan pengemudi Uber memilih menggunakan Uber bukan sebagai prioritas. Sebanyak 46% memilih karena fleksibilitas waktu, 32% mencari pemasukan tambahan, dan 18% karena mereka ingin menjadi bos bagi diri sendiri.

Kemudian, para UberEntrepreneurship mengaku masalah untuk mengembangkan usaha ada tiga, yaitu 41,7% tidak bisa melanjutkan pertumbuhan, 29,1% kurang modal, dan 17,5% keterbatasan pengetahuan pemasaran dan pengelolaan bisnis.

“Oleh karena itu, Uber ingin meningkatkan kesempatan mereka,” jelas John. Para UberEntrepreneurship yang telah terdaftar selama 40% belum dua tahun menjalankan usaha. Sisanya, 60%, sudah menjalankan lebih dari dua tahun.

Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo mengaku pemerintah menghargai langkah pihak swasta untuk membantu wirausaha, sesuai dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional yang diusung.

“Kami memiliki target 4% wirausaha,” kata Budi. Dia mengklaim data sensus ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) wirausaha mencapai 3,1%. Catatannya, pada 2014, ada 1,65% tingkat kewirausahaan Indonesia dan meningkat 1,45% pada 3 tahun terakhir.

Peningkatan wirausaha, menurut dia, bakal memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitar. Alasannya, wirausaha bisa membuka lapangan tenaga kerja baru. Selain itu, usaha yang inovatif bisa meningkatkan daya saing masyarakat.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait