Pacu Transaksi Nontunai, Go-Jek dan Grab Kembali Beradu Tarif

Potongan harga yang ditawarkan mencapai 99 persen.
Image title
30 Mei 2017, 20:44
Go-Jek
Arief Kamaludin|KATADATA
Pengemudi ojek Go-Jek tengah menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya di Jakarta.

Setelah sama-sama memiliki basis pelanggan, Go-Jek dan Grab kini beradu tarif untuk meningkatkan transaksi nontunai. Lewat berbagai promosi, potongan harga yang ditawarkan mencapai 99 persen.

Go-Jek misalnya, menawarkan potongan tarif 80 persen untuk pengguna jasa ojek motor atau Go-Ride yang membayar secara nontunai dengan fitur Go-Pay. Dengan potongan harga sebesar itu, konsumen cukup membayar Rp 2 ribu untuk perjalanan hingga 7 kilometer. Selain itu, dengan fitur yang sama, jasa antar Go-Food akan digratiskan bila pengguna memesan makanan dari restoran mitra.

Chief Marketing Officer Go-Jek Piotr Jakubowski mengakui langkah promosi itu sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan transaksi nontunai. “Kami melihat itu sebagai komitmen untuk menjaga costumer,” katanya di Jakarta, Selasa (30/5).

(Baca juga: Batasan Tarif Taksi Online Tak Bisa Diakali Promo)

Piotr mengatakan, perusahaannya memang terus berupaya mengembangkan layanan pembayaran melalui Go-Pay. Tak hanya untuk membayar jasa Go-Jek, saat ini pengguna Go-Pay bisa melakukan peer to peer transfer hingga pembelian pulsa.

Setelah lebih dari setahun berjalan, Piotr berharap Go-Pay dapat membantu meningkatkan inklusi finansial yang dicanangkan pemerintah. “Ke depan, kami harapkan sistem ini berkontribusi agar akses digital ekonomi bisa dibuka ke lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia,” katanya.

Dia menyebutkan, dari sekitar 40 juta pengguna aplikasi Go-Jek, sebanyak 20-25 juta di antaranya telah bertransaksi melalui Go-Pay. “Itu lebih dari lima puluh persen,” katanya.

(Baca juga: Bos Go-Jek Enggan Tanggapi Kabar Dana Rp 16 Triliun dari Tiongkok)

Seolah tak mau kalah, Grab Indonesia yang merupakan pesaing Go-Jek juga meluncurkan fitur pembayaran nontunai bernama Grabpay pada akhir 2016 lalu. Beberapa program promosi pun ditawarkan ke konsumen.

Grab misalnya, memberikan bonus saldo hingga 100 persen untuk empat kali isi ulang Grabpay hingga akhir Mei 2017. “Promo baru Extra 100 persen ini bisa kamu nikmati dengan mengisi credits mulai Rp 50-100 ribu melalui ATM, internet banking, minimarket, atau kartu kredit,” demikian dikutip dari keterangan tertulis Grab.

Selain itu, diskon 60 persen akan diberikan bagi pengguna layanan ojek GrabBike dan 40 persen bagi konsumen GrabCar jika membayar dengan GrabPay. Bahkan, bagi pengguna fitur nebeng atau GrabHitch, bisa mendapat potongan tarif hingga 99 persen.

Sebelumnya, Go-Jek dikabarkan mendapatkan investasi baru senilai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 16 triliun dari Tencent. Tech Crunch menyebut bahwa investasi dari raksasa teknologi asal Tiongkok itu masuk pada April 2017 lalu. Dengan investasi baru tersebut, valuasi Go-Jek meroket jadi US$ 3 miliar atau hampir Rp 40 triliun.

Sementara, Grab telah berkomitmen mengucurkan investasi sebesar US$ 700 juta hingga empat tahun mendatang. Yang terbaru, Grab menggandeng start up lokal yakni Kios Untuk Dagang Online (Kudo) untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (RnD) di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

(Baca juga:  Rangkul 200 Insinyur, Grab Buka Pusat Riset di Jakarta)

Reporter: Muhammad Firman
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait