Yahoo Diretas, Data dan Password 1 Miliar Akun Bocor

Informasi yang dicuri tidak termasuk teks, data kartu pembayaran, atau rekening bank.
Pingit Aria
15 Desember 2016, 10:53
Digital internet
Arief Kamaludin|KATADATA

Yahoo kembali mengalami serangan hacker. Kali ini, ada lebih dari 1 miliar akun pengguna yang berhasil diretas. Jumlah tersebut dua kali lebih banyak ketimbang serangan sebelumnya yang diumumkan pada September lalu.

Serangan ini sebenarnya telah terjadi lebih dari tiga tahun lalu. Namun,  perusahaan baru menyelidiki kebocoran dalam sistem keamanan mereka dari data yang diberikan aparat penegak hukum pada November 2016.

“Yahoo meyakini bahwa ada pihak ketiga yang tidak berwenang telah mencuri data lebih dari 1 miliar  pada  Agustus 2013 lalu,” kata Kepala Keamanan Informasi Yahoo Bob Lord seperti dikutip CNN, Rabu (14/12) waktu setempat.

(Baca juga: Bidik Pajak Google dan Facebook, Aturan Baru Tak Berlaku Surut)

Advertisement

Lord menyatakan, data yang berhasil dicuri dari akun pengguna berupa nama, alamat email, nomor telepon dan tanggal lahir. Dalam beberapa kasus, data lain berupa password, pertanyaan keamanan untuk pemulihan password, berikut jawabannya juga telah diretas.

“Penyelidikan menunjukkan, informasi yang dicuri tidak termasuk teks, data kartu pembayaran, atau informasi rekening bank,”kata Lord. 

Dalam pernyataan resminya, Yahoo juga menyatakan telah memberitahukan pengguna yang berpontensi terdampak untuk mengambil langkah-langkah pengamanan akun. Termasuk, mengharuskan pengguna untuk mengubah password mereka.

Sebelumnya, baru pada September 2016 lalu Yahoo mengumumkan sebuah peretasan pada 2014 telah mempengaruhi sekitar 500 juta akun pengguna aktif mereka. Saat itu, Yahoo menuduh peretas mendapat dukungan dari sebuah Negara, meski tak menyebut Negara yang dimaksud. (Baca juga: Menkominfo Usul Terapkan Pajak Final Untuk Google)

Dua kasus pencurian data yang diumumkan dalam waktu tiga bulan ini merupakan tamparan keras bagi pimpinan Yahoo, Marissa Mayer, yang bergabung sejak tahun 2012. Mantan eksekutif Google ini dinilai lambat dalam menangani masalah keamanan pengguna. “Yahoo sangat kacau,”kata Bruce Scheneier, seorang kriptologis yang juga ahli keamanan internet pada Reuters.

Pasar langsung bereaksi atas berita ini. Saham Yahoo turun 2,4 persen menjadi US$ 39,91 per unit pada penutupan perdagangan di bursa New York, kemarin.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait