Facebook, PayPal, Google hingga Tencent Suntik Investasi ke Gojek

Gojek adalah perusahaan Indonesia pertama yang mengantongi investasi dari Facebook. PayPal akan mengintegrasikan layanannya dengan GoPay.
Pingit Aria
3 Juni 2020, 08:52
Gopay
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gopay

Gojek mengumumkan Facebook dan PayPal resmi menjadi investor di dalam penggalangan dana perseroan putaran terkini. Selain itu, Google dan Tencent kembali menambah investasi setelah kedua raksasa digital itu menanamkan investasi di Gojek pada penggalangan dana putaran sebelumnya.

Bergabungnya Facebook dan PayPal sebagai investor, menyusul Google dan Tencent, mendukung Gojek dalam misi mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, dengan fokus pada layanan pembayaran dan keuangan. 

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, bergabungnya Facebook, PayPal, Google dan Tencent merupakan pengakuan perusahaan teknologi paling inovatif di dunia terhadap dampak positif Gojek terhadap Indonesia dan Asia Tenggara.

Menurutnya, pandemi Covid-19 dapat diartikan sebagai bentuk peringatan bahwa perekonomian menjadi lebih kuat dan Tangguh harus didukung dengan infrastruktur digital yang mumpuni dan memberikan berbagai opsi untuk masyarakat dalam melakukan transaksi.

“Kami melihat peran Gojek dalam mensinergikan para ahli di seluruh dunia, memfasilitasi kolaborasi guna menghasilkan masa depan yang lebih baik di Asia Tenggara,” katanya dalam siaran pers, Rabu (3/6).

(Baca: Gojek Siapkan Skenario Layanan Ojek Online saat New Normal)

Layanan pembayaran digital dari Gojek, yaitu GoPay, sejak lama berfokus untuk meningkatkan akses ekonomi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bergabungnya perusahaan-perusahaan teknologi global ini bersama Gojek akan membantu mempercepat misi tersebut.

Bisnis ini dianggap punya potensi besar di tengah mayoritas UMKM di Asia Tenggara masih mengandalkan uang tunai. Sebab, sebagian besar masyarakat di wilayah ini belum memiliki layanan perbankan.

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi menyatakan bahwa sejak berdiri, Gojek selalu mendukung pertumbuhan UMKM. “Sekarang, dengan sejumlah perusahaan teknologi terbaik di dunia sebagai mitra, kami percaya bahwa kami bisa tetap memberikan produk dan layanan berkelas dunia yang unik bagi seluruh pihak di ekosistem Gojek,” tuturnya.

Arus pendanaan oleh Facebook, PayPal, Google, Tencent dan perusahaan-perusahaan global lainnya akan mendukung lebih banyak UMKM menuju digitalisasi. Gojek berkomitmen untuk membantu usaha mikro, kecil, menengah hingga bisnis berskala besar yang ingin memperkuat infrastruktur pembayaran digital mereka.

Sejak diluncurkan pada 2015, Gojek telah membantu ratusan ribu merchant untuk melakukan digitalisasi dan memberikan mereka akses kepada lebih dari 170 juta pengguna di  seluruh Asia Tenggara.

(Baca: Transaksi GoPay Naik, Gojek Ungkap 3 Strategi Jaga Keamanan Pengguna)

Layanan pembayaran digital Gojek memfasilitasi miliaran transaksi setiap tahun dan merupakan layanan dompet digital terbesar di Indonesia. Sebagian besar dari pencapaian ini adalah kontribusi dari GoFood, layanan antar makanan terbesar di Indonesia dan perluasan cakupan layanan GoPay di sektor lain di dalam maupun di luar ekosistem Gojek.

Gojek adalah perusahaan Indonesia pertama yang menerima investasi dari Facebook, seiring dengan keinginan Facebook menciptakan peluang bagi dunia bisnis di Indonesia, termasuk melalui layanan instant messaging yang sudah digunakan secara luas yakni Whatsapp.

Chief Operating Officer, Whatsapp Matt Idema mengatakan, Gojek, WhatsApp, dan Facebook adalah layanan yang penting di Indonesia. “Melalui kerja sama, kita bisa membantu jutaan UMKM dan pelanggannya untuk bergabung di komunitas ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.”

Terkait investasi ini, PayPal sepakat untuk mengintegrasikan layanan pembayarannya dengan Gojek. Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dan membuka akses bagi para pengguna GoPay ke jaringan PayPal yang terdiri dari 25 juta merchant di seluruh dunia.

Farhad Maleki, Head of Corporate Development and Ventures for APAC PayPal mengatakan, Asia Tenggara sedang berada di titik yang sangat krusial dalam proses adopsi digital.

“Kami sangat bersemangat dalam memasuki sebuah hubungan strategis dengan Gojek untuk memperluas akses dan memberikan pengalaman baru bagi para pengguna kami di pasar yang sangat dinamis ini dan di seluruh dunia,” katanya.

Adapun perusahaan teknologi global lain yang sudah terlebih dahulu menjadi investor Gojek adalah Google dan Tencent. Dua perusahaan ini telah berkolaborasi di beberapa projek terkait Gojek sejak pertama kali berinvestasi di Gojek pada 2018.

(Baca: Bersiap New Normal, Gojek Pasang Sekat Pelindung di Armada GoCar)

Caesar Sengupta, VP, Payments and Next Billion Users Google mengatakan bahwa inovasi dan teknologi Gojek telah memberikan dampak yang luar biasa dan mempermudah hidup sehari-hari masyarakat. Gojek juga diakuinya turut serta dalam mendukung digitalisasi UMKM.

“Kesuksesan Gojek adalah bukti dari potensi dan kekuatan ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara dan inovasi dari ekosistem startup,” kata dia.

Sedangkan Jeffrey Li, Vice President Tencent Holdings dan Managing Partners Tencent Investment mengatakan bahwa Gojek selama ini aktif mendukung UMKM untuk dapat menjangkau digitalisasi layanan finansial.

“Kami bangga kembali memperkuat kolaborasi dengan Gojek melalui peningkatan jumlah investasi dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama di masa yang akan datang.”

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait