Huawei Dikabarkan Bersiap Kembangkan Kendaraan Listrik

Strategi pengembangan mobil listrik diambil setelah Huawei tak leluasa menjual ponsel akibat sanksi AS.
Pingit Aria
27 Februari 2021, 08:49
Logo Huawei
123RF.com

Huawei dilaporkan berencana membuat mobil listrik dan akan meluncurkan beberapa model tahun ini. Rencana ini merupakan strategi perusahaan setelah Amerika Serikat mengenakan sanksi yang menghambat penjualan peralatan telekomunikasinya.

Dikutip dari Reuters, Huawei sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan otomotif Tiongkok, Changan Automobile. Selain itu, Huawei juga mendekati beberapa produsen mobil lainnya untuk menjajaki peluang untuk menggunakan pabrik mereka guna memproduksi kendaraan listrik (EV).

Huawei juga dilaporkan sedang berdiskusi dengan manufaktur kendaraan penumpang, BluePark New Energy Technology, dari BAIC Group, untuk memproduksi kendaraan listriknya.

Tiga sumber Reuters menyebut Huawei telah mulai merancang kendaraan listrik secara internal dan mendekati beberapa pabrikan Tiongkok. Proyek ini dipimpin oleh Kepala grup bisnis konsumen Huawei, Richard Yu.

Saat ini, Tiongkok merupakan pasar terbesar bagi mobil listrik. Simak Databoks berikut: 

Juru bicara Huawei membantah rencana perusahaan untuk merancang kendaraan listrik secara utuh seperti Tesla. Namun, perusahaan memang berrencana untuk mengembangkan teknologi yang mendukung pengembangan mobil digital.

"Huawei bukanlah produsen mobil. Namun melalui teknologi informasi dan komunikasi, kami bertujuan untuk menjadi penyedia komponen yang berorientasi pada mobil digital dan baru, memungkinkan produsen mobil untuk membuat kendaraan yang lebih baik," ujar juru bicara Huawei, Sabtu (27/2).

Changan yang berbasis di Chongqing, yang membuat mobil dengan Ford Motor Co, menolak berkomentar. Sementara, BAIC BluePark tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Tertekan Sanksi AS

Rencana Huawei masuk ke bisnis mobil listrik menandai perubahan arah bagi perusahaan. Seperti diketahui, perusahaan Tiongkok yang merupakan salah satu pelopor teknologi 5G ini hampir dua tahun tertekan oleh sanksi Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan Donald Trump, AS telah memotong akses Huawei ke rantai pasok utama smartphone. Akibatnya, Huawei terpaksa menjual sebagian dari bisnis ponsel cerdasnya untuk membuat brand tetap hidup.

Huawei dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan oleh administrasi Trump karena masalah keamanan nasional. Huawei membantah tudingan itu. Namun, AS tetap menghalangi penjualan teknologi dan chip  senilai miliaran dolar kepada Huawei.

 

Reporter: Antara
Editor: Pingit Aria

The pandemic has led Indonesia to revisit its roadmap to the future. This year, we invite our distinguished panel and audience to examine this simple yet impactful statement:

Reimagining Indonesia’s Future

Join us in envisioning a bright future for Indonesia, in a post-pandemic world and beyond at Indonesia Data and Economic Conference 2021. Register Now Here!

Video Pilihan

Artikel Terkait