Indonesia Dinilai Tertinggal dari Vietnam Soal Energi Ramah Lingkungan

Indonesia dinilai terlalu banyak menggunakan batu bara sebagai sumber energi.
Merdeka.com
Oleh Merdeka.com
13 November 2020, 16:27
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2020). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara hingga Mei 2020 mencapai 228 juta ton, at
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2020). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara hingga Mei 2020 mencapai 228 juta ton, atau 42 persen dari total target produksi nasional tahun 2020 yaitu 550 juta ton.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Indonesia Berly Martawardaya menilai, pemerintah belum optimal dalam mewujudkan cita-cita pembangunan ekonomi yang berbaur dengan energi bersih atau ramah lingkungan. Menurutnya, Indonesia saat ini masih banyak mengandalkan batu bara sebagai sumber energi.

Padahal, pembakaran batu bara menghasilkan emisi gas rumah kaca atau emisi karbon yang besar. "Proporsi batu bara Indonesia itu paling tinggi di antara negara-negara Asean. Padahal yang lain bisa berubah, bisa mengurangi dengan cukup cepat," kata Berly, Jumat (13/11).

Di sisi lain, Indonesia juga masih jauh tertinggal dalam menciptakan sumber listrik energi bersih, seperti pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) ataupun pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB).

Terlebih jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand, yang menjadi juara di kawasan ASEAN dalam melakukan transformasi bauran energi, termasuk pembangunan PLTS dan PLTB.

Menurutnya, Vietnam menjadi yang terdepan, di mana negara tersebut dalam satu tahun mampu meningkatkan kapasitas sumber energinya hingga 20 kali lipat. Sementara Thailand dalam 2 tahun terakhir bisa terdongkrak 4 kali lipat, dari 500 megawatt (MW) menjadi 2 gigabyte (GB)

Artikel ini terbit pertama kali di:

Video Pilihan

Artikel Terkait