Gus Sholah, Adik Gus Dur yang Pernah Jadi Cawapres Wiranto

Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2) malam.
Pingit Aria
3 Februari 2020, 05:27
Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2).
ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2).

KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam. Berpulang pada usia 77 tahun, Gus Sholah memiliki rekam jejak panjang di berbagai bidang.

Gus Sholah lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 11 September 1942. Ia merupakan adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Keduanya merupakan cucu dari pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari. Ayah mereka, Wahid Hasyim, merupakan ulama terkenal yang menjadi Menteri Agama pertama di era kepemimpinan Sukarno.

Lahir dalam keluarga ulama, tak membuat Gus Sholah melulu belajar agama. Gus Sholah merupakan arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1962.

Advertisement

Pernah punya usaha konsultan arsitektur, Gus Sholah kemudian berhenti saat harus kembali ke kampung halamannya dan mengurus pesantren pada 2005. Namun, ketertarikan pada bidang arsitektur itu tak pernah pudar.

(Baca: Gus Sholah Meninggal Dunia karena Sakit)

Pada 11 Desember 2019 lalu, Gus Sholah masih menyempatkan diri untuk menyaksikan Pameran Bertajuk “PRIHAL: arsitektur andramatin” di Galeri Nasional Indonesia. “Hampir semua bangunan baru di kompleks Pesantren Tebuireng dan Universitas Hasyim Asyari tak lepas dari campur tangan beliau,” kata putra Gus Sholah, Irfan As'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid melalui akun Instagramnya.

Ya, Salahuddin Wahid memang dikenal sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Ia juga merupakan Rektor Universitas Hasyim Asy'ari. Selain itu, Gus Sholah berkecimpung di berbagai organisasi.

Perjalanan Gus Sholah di organisasi dimulai saat memimpin Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITB (1964-1966). Gus Sholah juga pernah mendirikan beberapa yayasan, seperti Baitussalam pada 1982 dan Wahid Hasyim pada 1985.

Kemudian, ia menjadi Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).

Selain itu, Gus Sholah pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995) dan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) pada 1998-1999.

Jabatan sebagai ketua PBNU juga pernah diembannya pada tahun 1999-2004. Gus Sholah juga merupakan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2001-2003, dan pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007.

Pada 2004, Gus Sholah dipinang Golkar untuk maju sebagai Cawapres berpasangan dengan Wiranto. Selain keduanya, ada empat pasangan calon lain yang maju dalam pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung tersebut.

Mereka adalah Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Hamzah Haz-Agum Gumelar, serta Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang kemudian memenangkan Pilpres.

(Baca: Keluarga Pendiri NU Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Sandiaga )

Gus Sholah meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia sempat menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2) dan dirawat di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Kabar duka itu disampaikan oleh Ipang Wahid. "Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55 (WIB). Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu."

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait