PT Timah Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Senilai Rp 1,5 Triliun

Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
24 Agustus 2017, 13:48
PT Timah
Antara
Direktur Utama PT Timah M Riza Pahlevi Tabrani (ketiga dari kiri) dan jajaran direksi lainnya, Senin (6/2).

PT Timah (Persero) Tbk segera menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap I. Adapun target total perolehan dana dari dua produk tersebut sebesar Rp 1,5 triliun. 

Direktur Utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menjelaskan, sebenarnya perseroan berencana untuk menerbitkan PUB I ini untuk obligasi dengan total Rp 2,1 triliun, sedangkan untuk sukuk ijarah sebesar Rp 700 miliar.

Hanya, untuk tahap pertama ini, baru akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 1,5 triliun. Rinciannya, sekitar Rp 1,2 triliun untuk obligasi dan Rp 300 miliar untuk sukuk ijarah.

Riza kembali menjelaskan, perseroan memberikan dua pilihan untuk menentukan jenis seri yang dikehendaki. Pertama, obligasi seri A dengan jangka waktu selama 3 tahun dengan kupon 8,5-9 persen. Kedua, obligasi seri B dengan jangka waktu selama 5 tahun dengan kupon 8,75-9,25 persen. Pembayaran kupon obligasi ini akan dilakukan tiap triwulan.

Begitu juga dengan produk sukuk ijarah, PT Timah juga berencana mengeluarkan dua jenis seri. Pertama, sukuk ijarah seri A dengan jangka waktu 3 tahun dengan kupon 8,5-9 persen. Kedua, sukuk ijarah seri B dengan jangka waktu 5 tahun dengan kupon 8,75-9,25 persen.  Keduanya akan mendapatkan cicilan imbalan ijarah yang akan dibayarakan setiap triwulan.

(Baca juga: Garap Bisnis Properti, PT Timah Incar Pendapatan Rp 200 Miliar)

"Obligasi dan Sukuk Ijarah yang ditawarkan tersebut masing-masing telah memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (singleA Plus) dan idA+(sy) (SingleA Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia," ujarnya. 

Adapun, penggunaan dana segar hasil obligasi yang diperoleh setelah pengurangan biaya emisi dari emiten berkode saham TINS ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama, sebanyak 30 persennya akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek yang berasal dari fasilitas Kredit Modal Kerja.

Kedua, dana obligasi ini sebanyak 70 persen akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri dari rekondisi peralatan produksi serta peningkatan kapasitas produksi PT Timah yang meliputi pengadaan Kapal Isap Produksi (KIP), pengadaan kapal penambangan laut teknologi tepat guna, pengadaan peralatan ausmelt dan fuming, kegiatan eksplorasi dan sebagian pembukaan tambang besar.

"Sementara itu, dana hasil emisi Sukuk Ijarah setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk rekondisi peralatan produksi," ujarnya.

Kemudian, Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra menjelaskan, pada aksi korporasi ini, pihaknya menggandeng PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sedangkan dengan Wali Amanat nya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

(Baca juga: Kementerian BUMN Tolak Divestasi Saham Freeport Lewat Bursa)

Masa penawaran awal (book building) Obligasi dan Sukuk Ijarah ini akan dilakukan pada tanggal 24 Agustus sampai 6 September 2017. Sedangkan, perkiraan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada tanggal 20, 22, dan 25 September 2017. Lalu, untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 2 Oktober 2017.

"Dengan ini, ke depannya kami optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan lebih baik dengan melihat potensi bisnis yang ada," ujar Emil.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait