Tertinggi di Asia, IHSG Menguat 1,47% Usai Pengumuman Hasil Pemilu

Beberapa investor masih menunggu respons pihak yang kalah dalam Pemilu 2019, termasuk peluang munculnya gugatan.
Image title
21 Mei 2019, 11:22
Pekerja melintasi layar monitor bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019 ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin pada level 6.481.
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Pekerja melintasi layar monitor bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019 ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin pada level 6.481.

Pasar modal dalam negeri menghijau usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) merampungkan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,31% ke level 5.925,42 dan terus menguat hingga 87,0 poin atau 1,47% dan berada di level 5.994,1 pada pukul 10.12.

Penguatan tersebut merupakan yang tertinggi di Asia. Terpantau, bursa Shanghai menguat 1,22% pada pagi ini, PSEi (Filipina) 0,71%, Kospi 0,6%, KLCI (Malaysia) 0,44%, dan Hangseng 0,04%. Bahkan, beberapa bursa lain seperti SETi (Thailand), Straits Times dan Nikkei terkoreksi. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menilai, kondisi politik domestik turut mendukung penguatan hari ini. "Semestinya positif ya. Kalau sudah tenang pasti positif, saya cukup optimistis" kata Inarno ketika ditemui di Gedung BEI, Selasa (21/5).

Inarno pun menilai pengumuman real count hasil Pemilu oleh KPU membawa optimisme ke pasar modal. Terutama, saat investor bisa diyakinkan jika kondisi politik sudah tenang. 

Advertisement

(Baca: Hasil Rekapitulasi KPU: Jokowi-Ma'ruf Menangkan Pilpres 2019)

Ia mencontohkan, usai Pemilu tanggal 17 April 2019 yang berjalan lancar, IHSG dibuka menguat 87,30 poin atau 1,35% ke posisi 6.568,8 sehari setelahnya.

Hanya, menurutnya, investor yang selama ini bersikap wait and see masih perlu waktu untuk menggelontorkan dananya ke pasar modal. Sebab, mereka masih menunggu respons pihak yang kalah dalam kontestasi politik ini, termasuk peluang munculnya gugatan. "Kalau memang sekiranya betul-betul tidak ada apa-apa, akan lebih cepat lagi (IHSG naik)," kata Inarno.

(Baca: Prabowo Jadi Terlapor Makar, BPN Klaim Ucapan Capres Tak Bisa Dipidana)

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara KPU, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang dengan raihan 85.607.362 suara atau 55,50%. Sementara, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tercatat memperoleh suara sebesar 68.650.239 atau 44,50%.

Selain oleh kondisi politik di dalam negeri, menghijaunya IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh over sold pelaku pasar yang membuat IHSG terkoreksi hingga 6,16% pada pekan lalu. Penyebabnya, menurut Inarno, karena ada banyak faktor eksternal seperti memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Pekan kemarin penurunannya cukup jauh menurut saya. Jadi, orang dengan sendirinya akan buy back," katanya.

(Baca: Gerindra, PKS dan PAN Tolak Hasil Rekapitulasi Nasional Pemilu 2019)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait