Dua Langkah Pemerintah Cegah Kenaikan Bunga Bank

Salah satunya dengan mendorong efisiensi perbankan.
Desy Setyowati
22 Juni 2018, 14:28
Uang rupiah
Donang Wahyu|KATADATA

Sejalan dengan langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang memperketat kebijakan moneternya, Bank Indonesia (BI) membuka peluang kenaikan suku bunga acuan (BI 7 Days Repo Rate). Namun, pemerintah termasuk BI berharap kebijakan ini tak otomatis mendorong kenaikan bunga perbankan.

Gubernur BI Perry Warjiyo pun memastikan likuiditas tetap aman. Dengan begitu, perbankan tak perlu menaikkan bunga deposito untuk menarik Dana Pihak Ketiga (DPK), yang biasanya diikuti dengan bunga kredit. "Kenaikan bunga acuan ini tidak perlu diikuti bunga perbankan, karena likuiditas lebih dari cukup," ujarnya usai acara Halal Bi Halal di kantornya, Jakarta, Jumat (22/6).

(Baca juga: Pengusaha Minta BI dan Pemerintah Antisipasi Bunga The Fed Naik Lagi)

Menjelang lebaran lalu, kata dia, likuiditas memang sempat mengetat karena masyarakat menarik dana untuk kebutuhan Hari Raya. Namun setelahnya, likuiditas akan kembali normal. "Kami ekspansi moneter. Apalagi setelah lebaran ada uang masuk. BI pastikan likuiditas lebih longgar," kata Perry.

Advertisement

Guna memastikan likuiditas terjaga, BI akan melakukan operasi moneter dengan menyiapkan instrumen, frekuensi dan kesiapan term repo dan swap. BI juga akan melakukan fine tuning operation atau transaksi dalam rangka operasi pasar terbuka (OPT), dengan frekuensi lelang swap tiga kali seminggu.

Bulan lalu, BI memang menaikkan BI 7 Days Repo Rate sebesar 0,25% menjadi 4,75%. Kenaikkan itu akan ditransmisikan ke bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sehingga biaya yang dikeluarkan bank meningkat. Karena kenaikkan itu, biasanya bank akan menaikkan bunga perbankan.

(Baca juga: BI Akan Turunkan Uang Muka KPR untuk Pembeli Pertama dan Investor)

Cara kedua yang bakal diterapkan adalah mendorong efisiensi di industri perbankan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyampaikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mendorong efisiensi di sektor ini sehingga bunga perbankan tak perlu naik. "Ada hal-hal yang bisa dilakukan, sehingga peningkatan suku bunga moneter tidak otomatis mendorong naiknya tingkat bunga kredit," ujarnya.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih menjelaskan, ada empat komponen yang menentukan tingkat bunga perbankan yaitu suku bunga acuan; margin; biaya operasional; dan, persepsi risiko atas perekonomian. "Kebijakan terkait tiga komponen di luar bunga acuan, bisa ditempuh OJK untuk mendorong efisiensi. Tinggal dipilih mana yang efektif?" ujarnya kepada Katadata.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait