Pertumbuhan Kredit Perbankan Hingga Oktober Tembus 8,18%

Kredit di segmen konsumer belum tumbuh signifikan, meski perbankan memberikan pagu cukup besar.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
24 November 2017, 09:28
OJK
Katadata | Arief Kamaludin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pertumbuhan kredit industri perbankan sudah mulai menunjukan geliatnya. Pada Oktober 2017, pertumbuhan kredit industri perbankan telah mencapai 8,18 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka tersebut tumbuh cukup signifikan jika dibandingkan pertumbuhan kredit pada bulan September 2017 yang sebesar 7,86%. Selain itu, pertumbuhan kredit pada bulan lalu juga melebihi proyeksi minimal dari Bank Indonesia yang di angka 8-10%.

(Baca juga: Laba Emiten Bertumbuh, IHSG Diprediksi Naik 10% pada 2018)

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana pun optimistis pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai double digit tahun ini. Meski, mengakui bahwa sebaran kredit tersebut belum merata.

"Masih lebih banyak karena kredit infrastruktur," ujar Heru saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/11).

Grafik: Pertumbuhan Kredit Perbankan Menurut Lapangan Usaha (Sep 2017 Terhadap Sep 2016)
Pertumbuhan Kredit Perbankan Menurut Lapangan Usaha (Sep 2017 Terhadap Sep 2016)

Selain itu, pertumbuhan kredit segmen konsumer masih perlu diteliti lebih lanjut. Sebab, dari sisi perbankan sudah menyediakan pagu yang cukup besar di segmen ini, tetapi penarikannya belum signifikan. Alhasil, Heru memperkirakan, terdapat permasalahan dari sisi permintaannya.

Heru menyatakan, akan menyelesaikan kajian ini pada akhir Desember 2017 untuk menjelaskan fenomena tersebut. "Perlu kami teliti, apakah benar demand-nya yang tidak ada. Harus ada penelitian yang lebih konkrit soal itu," ujarnya.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait