Sandiaga Uno Ingin BUMD Jakarta Melantai di Bursa

Sandiaga Uno menyatakan bahwa BUMD sektor properti dan infrastruktur milik DKI Jakarta berpotensi untuk go public.
Miftah Ardhian
11 Agustus 2017, 14:23
Sandiaga
ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah

Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Langkah ini diambil agar perusahaan milik daerah tersebut bisa mandiri dalam segi permodalan.

Sandiaga mengatakan, saat ini, dirinya ingin BUMD yang ada untuk mempersiapkan laporan keuangan, masalah hukum, dan persyaratan lainnya untuk melakukan IPO.

Sandiaga ingin, BUMD berdiri sebagai entitas bisnis yang mandiri secara permodalan. Untuk itu, perlu diversifikasi kebutuhan modal BUMD tersebut dengan mengakses pasar modal melalui IPO, penerbitan obligasi, dan produk lainnya.

"Kami ingin penyertaan modal pemerintah bisa ditopang dari pasar modal dengan mereka (BUMD) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saya rasa yang berpotensi di bidang infrastruktur dan properti," ujar Sandiaga saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/8).

(Baca juga:  Glodok Sepi, Sandiaga Akan Ubah Jadi Pusat Olahraga dan Digital)

Menurut Sandiaga, BUMD tidak terus-menerus mengandalakan suntikan modal dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. Alasannya, anggaran yang ada akan difokuskan ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Selanjutnya, Sandiaga mengatakan, pemerintahannya nanti juga harus memastikan berbagai lapisan masyarakat Jakarta bisa memiliki saham dari BUMD ini maupun perusahaan lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar kesenjangan antara si kaya dengan si miskin tak melebar. 

Untuk itu, Sandiaga meminta seluruh pihak untuk bersatu. Dirinya pun berkomitmen untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat baik yang menjadi pendukungnya sewaktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun yang tidak. "Bersatu saja belum tentu menang apalagi terpecah belah. Maka kami akan mengembangkan, wirausaha, sekolah pasar modal, dan program oke oce (One Kecamatan, One Center of Enterpreneurship). " ujarnya.

Sejauh ini, memang sebanyak 30 persen dari 500 ribu investor yang ada di pasar modal berasal dari Jakarta. Sandiaga pun menginginkan sumbangan angka yang lebih tinggi, yaitu sekitar 35 persen nantinya.

(Baca juga:  Tiga UMKM Binaan Kadin Siap Masuk Bursa Saham)

Pertumbuhan angka tersebut dinilainya tidak terlalu signifikan sehingga porsi kepemilikan investor di wilayah lain masih terbuka. "Tapi kualitas dan distribusi daripada 35 persen ini menyentuh ke 44 kecamatan di seluruh Jakarta," ujarnya.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan menyatakan, dirinya sangat mendukung upaya dari Sandiaga yang ingin mendorong BUMD untuk bisa melantai di pasar modal.

Alasannya, pasar modal merupakan salah satu alternatif mencari permodalan sehingga tidak memberatkan APBD daerahnya. "Kami akan dukung BUMD untuk bisa melantai di bursa," ujarnya. 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait