Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sesuai Target

Bank Indonesia Agus Martowardojo optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat akan melampaui 5,2%.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
7 Agustus 2017, 21:26
agus martowardojo
Arief Kamaludin|KATADATA

Bank Indonesia (BI) mash optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai target sebesar 5,2%. Meski, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi pada semester I 2017 hanya mencapai 5,01%.

“Kami optimis pada kuartal ketiga dan keempat ekonominya (tumbuh) di atas 5,2%, jadi sepanjang tahun masih tetap dikisaran 5% hingga 5,4%,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin (7/8).

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, Agus menyatakan, Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Meski, ia belum menyebut bentuk intervensi atau stimulus yang akan diberikan.

(Baca juga: Masyarakat Kelas Menengah Berhemat, Penjualan Rumah Melambat)

“Secara umum bentuk penyikapannya pemerintah akan merespons dengan keberpihakan di sektor riil dan fiskal, sementara kami dari Bank Indonesia akan melihat di sektor moneter,” tuturnya.

Sementara, terkait stagnasi pada pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini, Agus melihat dua penyebab. Yang pertama adalah gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru disalurkan pada Juli 2017.

Sementara, uang sekolah yang harus dibayarkan pada bulan Juni 2017 membuat masyarakat cenderung menghemat Tunjangan Hari Raya (THR) pada penghujung kuartal kedua. “Itu membuat konsumsi terbatas,” ujarnya.

(Baca juga: Penjualan Produsen Barang Konsumsi di Indonesia, India, Vietnam Turun)

Selain itu, penyebab kedua stagnasi pertumbuhan ekonomi adalah penurunan harga beberapa komoditas ekspor andalan Indonesia seperti sawit dan karet. "Ada lagi koreksi pada komoditas ekspor," kata Agus.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 hanya mencapai 5,01%, sama persis dengan kuartal I. Ketua BPS Suhariyanto mengakui pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini di bawah ekspektasi.

Pertumbuhan ekonomi bahkan melambat dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 5,18%. "Tapi masih lumayan bagus di tengah ekonomi global yang tidak pasti," kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (7/8).

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait