Terendah dalam 6 Tahun, Inflasi Juli 0,22% Akibat Uang Sekolah

Sementara beberapa bahan pangan justru menyumbang deflasi
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
1 Agustus 2017, 16:37
Sekolah
Agung Samosir | Katadata

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada bulan Juli mencapai 0,22%. Ini merupakan angka terendah dalam enam tahun terakhir. “Ini merupakan inflasi yang terendah pasca Lebaran,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (1/8).

Pada tahun lalu, inflasi pada Juli tercatat sebesar 0,69%, kemudian berturut-turut di tahun 2015 sebesar 0,93%, tahun 2014 sebesar 0,93%, tahun 2013 sebesar 3,29%, dan 2012 sebesar 0,7%.

Faktor pendorong terbesar inflasi Juli 2017 adalah pengeluaran para orang tua untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Hariyanto mengatakan, pada pergantian tahun ajaran, sumbangan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga terhadap inflasi sebesar 0,62%.

(Baca juga: Minta Inflasi Terus Ditekan, Jokowi: Dulu Harga Naik Dianggap Biasa)

Ia menyebut, seluruh subkelompok dalam kategori ini mengalami inflasi. Mulai dari kursus atau pelatihan sebesar 1,49%, pendidikan hingga perlengkapan serta peralatan pendidikan sebesar 0,73%, rekreasi sebesar 0,1%, hingga olahraga sebesar 0,18%.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau juga memberi andil sebesar 0,57% terhadap inflasi. "Jadi pendorong inflasi karena makanan jadi dan pendidikan," kata Suhariyanto.

Grafik: Inflasi/Deflasi Harga Produsen (2010-Triwulan II 2017)
Inflasi/Deflasi Harga Produsen (2010-Triwulan II 2017)

Dia juga mengatakan efek inflasi dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga harga pangan bergejolak tidak begitu berdampak pada inflasi bulan lalu.

Sementara untuk bahan makanan, tercatat inflasi 0,21% dengan beberapa komponen makanan seperti ikan segar mengalami kenaikan 0,04%. Sedangkan harga daging ayam ras serta bawang putih justru menyumbang deflasi.

(Baca juga:  Pemerintah Siapkan Dua Strategi Dorong Pemerataan Ekonomi)

Suhariyanto mengatakan, tingkat inflasi pada tahun kalender ini mencapai 2,6%. Sedangkan angka inflasi Juli 2017 ini lebih rendah dari inflasi tahun 2016 (0,69%) dan 2015 (0,93%). Sedangkan tingkat inflasi dari Juli 2016 hingga Juli 2017 mencapai 3,88%.

Dia menjelaskan dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 59 kota mengalami inflasi, serta 23 mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dialami Bau-Bau (Sulawesi Tenggara). Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Merauke (Papua). "Bau-bau inflasi sebesar 2,44%," katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait