Juli 2018, Sebanyak 60 Ribu ATM Bank BUMN Akan Terintegrasi

Program integrasi ini akan membuat bank-bank BUMN berhenti menambah ATM untuk sementara.
Miftah Ardhian
10 Juli 2017, 08:48
ATM
Arief Kamaludin|KATADATA
ATM

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong bank-bank pelat merah untuk menyatukan sistem dan fasilitas di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Hal ini dinilai akan membuat industri keuangan semakin efisien.

Integrasi ATM oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, PT BRI (Persero) Tbk, dan PT BTN (Persero) Tbk dinilai akan menguntungkan nasabah. Sebab, biaya berbagai layanan seperti cek saldo dan transfer dapat ditekan, atau bahkan digratiskan. Meski, realisasi rencana ini masih menunggu persetujuan Bank Indonesia (BI).

"Tadinya mengurus ATM masing-masing. Tapi jika ATM disatukan, maka, akan membantu cost untuk turun," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, Jumat (7/7) malam lalu.

(Baca juga: Incar Nasabah Buruh Migran, BRI Akan Ekspansi ke Taiwan)

Sementara, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, pemerintah telah menargetkan integrasi ATM bank BUMN dapat dirampungkan pada Juli 2018. Total, ada 60 ribu ATM yang akan menjadi satu kesatuan dengan menggunakan sistem Link.

“Untuk tahun ini sendiri, 25 ribu ATM BUMN akan terintegrasi,” katanya.

Selain menguntungkan nasabah, Gatot mengatakan, sinergi ATM bank BUMN akan membuat biaya perawatannya lebih efisien. Memang, yang paling diuntungkan adalah BTN yang baru memiliki ATM sejumlah 1.400 unit. Sementara, yang terbanyak adalah milik BRI dengan 23.000 unit.

(Baca juga: Aturan Pembayaran Nasional Terbit, Dapat Hemat Devisa Negara)

Gatot pun mengklaim, perbankan BUMN ini tidak akan menambah jumlah ATM untuk sementara. Karena, dengan disatukannya ATM milik BUMN ini, jumlah ATM di kawasan perkotaan akan terlalu padat. Oleh karenanya, Kementerian BUMN meminta untuk meredistribusikan ATM yang ada ini ke daerah yang lebih terpencil.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait