Raup Laba Rp 847 Miliar, MNC Investama Tak Bagikan Dividen

Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 20 persen tahun ini.
Miftah Ardhian
23 Juni 2017, 18:25
mnc
Arief Kamaludin | KATADATA

PT MNC Investama Tbk mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 248,7 persen tahun lalu. Dari rugi bersih Rp 570 miliar pada tahun 2015, perseroan membalikkan keadaan hingga meraup laba bersih sebesar Rp 847 miliar pada 2016.

"Keuntungan tahun 2016 akan digunakan sebagai laba ditahan, sehingga, tidak membagikan dividen di tahun buku 2016," kata Direktur Utama MNC Investama Darma Putra di Gedung MNC Tower, Jakarta, Jumat (23/6).

(Baca juga:  Bidik Rp 129 Miliar, MNC Sky Vision Dapat Restu OJK Jual Saham Baru)

Selain itu, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan secara total sebesar 10-20 persen di tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja MNC Investama ini akan ditopang oleh target pertumbuhan perusahaan yang tergabung di korporasi MNC di bidang media, properti, dan jasa keuangan.

"Tahun ini kami bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Ekspektasi kami akan tumbuh 10-20 persen," ujar Darma.

Selain itu, dari faktor perekonomian domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diramal masih akan konsisten bertumbuh di angka 5 persen. Hal ini diharapkan akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan industri di korporasi MNC itu sendiri.

(Baca juga: Perusahaan Televisi Hary Tanoe Bagi Dividen Rp 587 Miliar)

Darma kembali menjelaskan, perusahaannya tidak akan menyediakan belanja modal (capital expenditure/capex) yang besar pada tahun ini. Alasannya, sudah tidak adanya pengeluaran besar yang dibutuhkan pada tahun ini karena rampungnya pembangunan gedung-gedung baru. Namun, Ia tidak menjelaskan lebih lanjut berapa besar capex yang disiapkan oleh MNC Investama.

Pada tahun 2016, kinerja keuangan MNC Investama disebutnya cukup baik. Dari sisi pendapatan di tahun 2016 tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 persen menjadi Rp 12,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 12,87 triliun di tahun 2015. Sementara, pendapatan usaha naik 5,2 persen dari Rp 2,03 triliun menjadi Rp 2,14 triliun.

Kemudian, earnings before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,3 persen, yakni dari Rp 3,43 triliun menjadi Rp 3,62 triliun.

 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait