Memulihkan Kondisi Keuangan Setelah Momen Lebaran

Anda harus ekstra ketat mengatur keuangan jika perayaan Lebaran terlanjur menimbulkan utang.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
27 Juni 2017, 09:00
Mudik di Bandara Juanda
ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Para pemudik di Bandara Juanda, Surabaya, Senin (19/6).

Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta telah dicairkan sejak pekan lalu. Maka kecuali kantor Anda bermasalah, tunjangan itu seharusnya telah Anda terima dan belanjakan. Masalahnya adalah jika Anda terlanjur belanja berlebih, sementara tagihan dan kebutuhan sehari-hari telah menanti.

Belanja aneka sandang dan pangan untuk persiapan Lebaran memang salah satu tujuan pembagian THR. Namun, masih banyak keperluan lain yang bisa dibiayai dengan THR, perjalanan mudik dan sedekah di kampung halaman misalnya.

(Baca juga: Banyak Promo, Pengunjung Toko Online Berlipat Ganda Jelang Lebaran)

Hanya, sebelum ritual mudik itu terlaksana, ada banyak godaan untuk berbelanja, terutama di Ibu kota. Momen Ramadan yang bertepatan dengan Jakarta Great Sale misalnya, membuat Anda harus berusaha ekstra keras untuk menahan diri dari belanja berlebih. Belum lagi jika ada kejadian tak terduga saat mudik yang membuat Anda terpaksa mengeluarkan dana tambahan.

"Jika kita disiplin menjalankan prinsip, gaji untuk kebutuhan rutin dan THR untuk kebutuhan lebaran seharusnya masalah defisit tersebut tidak akan terjadi," ujar Sari Insaniwati, seorang CFP Financial Planner Mitra Rencana Edukasi saat dihubungi, Kamis (23/6).

Lalu apa yang harus dilakukan jika perayaan Lebaran overbudget, sementara Anda harus segera kembali menghadapi realita hidup?

(Baca juga: Seluruh THR dan Pensiun ke-13 PNS Bakal Cair Sebelum 23 Juni)

Jika uang memang sudah minim, Sari menjelaskan, mau tidak mau kita harus mengambil tabungan sebelum gajian selanjutnya datang. Namun, Anda harus lebih ketat berhemat jika terlanjur berhutang. Berikut adalah beberapa cara yang harus dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi keuangan setelah Lebaran:

1. Periksa Catatan Pengeluaran dan Atur Kembali
Pemeriksaan catatan pengeluaran saat selama Lebaran dan setelah Lebaran. Harus dipastikan pos mana saja yang menyebabkan pengeluaran besar saat Lebaran. Setelah mengevaluasi catatan pengeluaran selama Lebaran, berikutnya yaitu mengatur kembali anggaran keuangan. Hal ini dilakukan untuk mengatur ulang perincian pengeluaran untuk menekan pos-pos yang dirasa tidak terlalu penting.

Dengan demikian, pengeluran pasca Lebaran lebih diminimalkan. Misalnya tidak berlangganan majalah, tidak berlangganan tv kabel terlebih dahulu, dan lain-lain.

2. Buat Prioritas Kebutuhan Utama
Setelah semua pos-pos perincian pengeluaran dirinci, selanjutnya mengurutkannya sesuai dengan prioritas kebutuhan yang utama. Untuk kebutuhan yang bisa dibilang bersifat tersier, untuk sementara dihilangkan terlebih dahulu.

(Baca juga: Penukaran Uang Selama Pekan Pertama Ramadan Rp 26,5 Triliun)

3. Lunasi Utang
jika pada saat Lebaran Anda menggunakan kartu kredit untuk alternatif pembayaran, maka hal penting berikutnya yang harus segera dilakukan adalah membayar tagihan utang kartu kredit.

4. Batasi Pengeluaran Harian
Membatasi pengeluaran harian contohnya bisa dilakukan dengan membuat rincian daftar belanjaan sesuai dengan kebutuhan. Hindari untuk membeli makanan di luar karena bisa cukup boros.

5. Mulai Menabung Kembali
Lebaran memang sangat terkenal sebagai momen yang cukup menguras kondisi keuangan. Oleh karenanya harus segera dilakukan pembenahan lagi pada sektor tabungan agar segera terisi kembali sebagai alternatif cara pemulihannya.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait