BI: Kenaikan Harga Komoditas Akan Topang Pertumbuhan Ekonomi 2017

Pada 2016 lalu, kinerja ekspor telah menunjukkan perbaikan cukup signifikan seiring dengan mulai meningkatnya harga beberapa komoditas seperti harga batubara dan CPO.
Pingit Aria
7 Februari 2017, 11:55
Pertumbuhan Ekonomi
Arief Kamaludin|KATADATA
Pembangunan gedung perkantoran di Jakarta

Bank Indonesia memperkirakan ekspansi perekonomian masih akan terjadi di 2017. Tren ini melanjutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 tercatat sebesar 5,02 persen, membaik dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,88 persen.

Ada beberapa hal yang diperkirakan bakal cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini. “Perkembangan harga komoditas yang membaik dan perbaikan ekonomi dunia yang terus berlangsung diharapkan dapat menopang kinerja ekspor Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara dalam siaran tertulisnya, Senin (6/2) kemarin.

Selain itu, dengan permintaan domestik yang masih solid dan peningkatan permintaan dunia, investasi diperkirakan terus membaik. “Penurunan suku bunga juga diharapkan dapat mendorong kinerja konsumsi RT dan investasi didukung oleh implementasi Paket Kebijakan Pemerintah,” kata Tirta.

(Baca juga: Konsumen Prediksi Tekanan Kenaikan Harga Hingga Juli 2017)

Di sisi lain, pemanfaatan ruang pelonggaraan moneter secara terukur dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan akan turut memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.

Tirta menyatakan, Bank Indonesia akan terus memonitor perkembangan domestik maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. “Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Indonesia akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan,” ujarnya.

Grafik: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahunan (YoY)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahunan (YoY)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 tercatat sebesar 5,02 persen, membaik dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,88 persen.

(Baca juga: Sri Mulyani Harap Pulihnya Ekspor Tak Terganjal Amerika dan Cina)

Secara triwulanan, ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2016 tumbuh sebesar 4,94 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibanding capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 5,01 persen (yoy). Hal ini terutama akibat melambatnya konsumsi pemerintah sejalan dengan kebijakan penghematan belanja pemerintah.

Menurut Tirta, pertumbuhan ekonomi tahun 2016, khususnya di triwulan IV didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga, perbaikan kinerja investasi, dan peningkatan ekspor. Konsumsi RT masih tumbuh cukup kuat didukung oleh terkendalinya inflasi.

Sementara peningkatan kinerja investasi terutama didorong oleh pertumbuhan investasi nonbangunan dalam bentuk kendaraan dan peralatan lainnya. “Perbaikan ini terindikasi pada kinerja sektor pertambangan dan perkebunan yang meningkat,” kata Tirta.

(Baca juga: Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Meleset Akibat Pemotongan Anggaran)

Di sisi lain, investasi bangunan masih melambat sejalan dengan belum kuatnya dukungan investasi sektor swasta. Sementara itu, kinerja ekspor menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan seiring dengan mulai meningkatnya harga beberapa komoditas seperti harga batubara dan CPO. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekspor tumbuh positif sebesar 4,24 persen dari kuartal IV 2015 hingga kuartal yang sama tahun lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait