Darmin Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 di Bawah Target

Pemangkasan anggaran pada kuartal III dinilai turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Ameidyo Daud Nasution
12 Januari 2017, 20:02
Darmin Sri Mulyani
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada pada angka 5,1 persen. Angka ini tentunya masih berada di bawah proyeksi ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar 5,2 persen.

Darmin memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2016 akan berada pada rentang 5,1 - 5,2 persen. "Secara keseluruhan hampir mencapai 5,1 persen," kata Darmin di kantor Presiden, Kamis (12/1).

Pernyataan Darmin mendahului pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Darmin menyatakan, ada banyak tantangan dalam memacu pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Salah satunya adalah adanya pemangkasan anggaran pada kuartal III.

Advertisement

(Baca juga:  Sri Mulyani: Mengelola APBN Bukan Seperti Tukang Obat)

Selain itu, adanya La Nina yang memicu terjadinya kemarau basah juga berpengaruh terhadap pertanian. Padahal, kegiatan bercocok tanam inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan. "Lalu pada kuartal II ada juga pergeseran panen," kata Darmin.

Untuk itu, Darmin berjanji akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Salah satunya adalah dengan terus melakukan deregulasi untuk memacu motor pertumbuhan ekonomi yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi. "Kita perbaiki agar berdampak pada (meningkatnya) investasi," ujarnya.

Sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5-5,4 persen. Perkiraan ini lebih rendah dibandingkan taksiran awal sekitar 5,1-5,5 persen. Penyebabnya, perdagangan dunia diperkirakan masih akan lambat dan ditambah lagi oleh kebijakan proteksionis presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

(Baca juga: Ekspor Indonesia Diprediksi Tumbuh 3,2 Persen Tahun Ini)

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan rencana kebijakan Trump yang proteksionis terhadap perdagangan diperkirakan juga akan menekan ekspor Indonesia. Meski porsi ekspor ke Amerika hanya 10-11 persen, Indonesia tetap terkena dampak tidak langsung dari mitra dagang utamanya yaitu Cina. Sebab, ekspor Cina ke AS cukup besar.

“Tetapi kami juga cermati penurunan perdagangan dunia secara tajam. Tentu ini juga kami antisipasi,” kata Agus beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Penjualan Sepeda Motor 2016 Merosot 8,4 Persen)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait