Aksi 212 Berjalan Damai, Bursa Saham Ditutup Menguat

Penguatan pasar modal di Indonesia merupakan anomali di tengah melemahnya bursa di Asia.
Pingit Aria
2 Desember 2016, 17:17
Bursa Efek Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di teritori positif seiring dengan damainya aksi 212 (12 Desember) yang digelar para demonstran di Jakarta. Sepanjang hari ini, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga ditutup naik 47,201 poin (0,91 persen) ke 5.245,956.

(Baca juga: Aksi 212 Berjalan Damai, Bursa Saham Naik Pada Jeda Siang)

Sebelumnya, pada perdagangan preopening, IHSG bergerak naik 9,163 poin (0,18 persen) ke 5.207,918. Setelah itu, pada pagi tadi IHSG dibuka menguat 5,880 poin (0,11 persen) ke 5.207,288. Saat jeda siang, perdagangan sesi I IHSG ditutup naik 9,051 poin (0,17 persen) ke 5.207,806.

Begitu juga indeks LQ45 dibuka naik 1,365 poin (0,16 persen) ke 871.529 dan sore ini ditutup menguat 2,149 poin (0,25 persen) ke 871.842.

(Baca juga: Menko Darmin: Inflasi 2016 Diperkirakan 3 - 3,1 Persen)

Analis Asjaya Indosurya Securities,William Surya Wijaya menyatakan, aksi damai hari ini memang tidak terasa dampaknya di bursa. Menurutnya, investor lebih terpengaruh oleh data inflasi yang kemarin dirilis oleh Badan usat Statistik (BPS).”Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa secara fundamental perekonomian Indonesia masih terlihat dalam kondisi baik di tengah kondisi global yang relatif melambat," katanya, Jumat 2 Desember 2016.

Pada IHSG, seluruh sektor terpantau menguat. Di mana, sektor aneka industri memimpin penguatan indeks sore ini sebesar 1,74 persen, disusul sektor keuangan sebesar 1,35 persen.

(Baca juga:  Terkerek Harga Cabai, Inflasi November Capai 0,47 Persen)

IHSG juga mencatat sebanyak 170 saham naik, 119 saham turun, dan 104 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 285.129 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 11,571 miliar saham senilai Rp 6,769 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 276,036 miliar.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik 1.325 poin (2,04 persen) ke Rp 66.325, United Tractors (UNTR) naik 725 poin (3,26 persen) ke Rp 22.975, Indo Tambangraya (ITMG) naik 700 poin (4,30 persen) ke Rp 16.975, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik 600 poin (3,59 persen) ke Rp 17.300.

Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Tower Bersama (TBIG) turun 275 poin (5,00 persen) ke Rp 5.225, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun 250 poin (3,25 persen) ke Rp 7.450, Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun 170 poin (4,42 persen) ke Rp 3.680, dan Capitol Nusantara (CANI) turun 110 poin (9,61 persen) ke Rp 1.035.

Penguatan harga saham di Indonesia merupakan anomali di tengah tren pelemahan bursa di negara Asia lain. Dikutip dari Reuters, bursa saham Asia pada perdagangan hari ini ditutup tergelincir. Indeks Nikkei 225 misalnya, berakhir turun 0,47 persen atau 87,04 poin ke level 18.426,08. Begitu juga di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup 0,66 persen lebih rendah atau 13,14 poin ke level 1.970,61. Sementara Shanghai komposit berakhir turun 0,88 persen atau 28,83 poin ke level 3.244,48.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.518 atau turun 22 poin dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.540.

Reporter: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait