Aksi 212 Berjalan Damai, Bursa Saham Naik Pada Jeda Siang

Meski secara umum harga saham ditutup pada zona hijau, sebanyak Rp 87,6 miliar dana asing keluar dari bursa saham hingga siang ini.
Pingit Aria
2 Desember 2016, 13:06
Bursa
Arief Kamaludin|KATADATA

Mengakhiri perdagangan pada sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau. Pasar saham merespons positif unjuk rasa 2 Desember (212) 2016 yang berlangsung damai hari ini.

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sholat Jumat bersama massa di lapangan Monas kala hujan dinilai turut andil mendinginnkan suasana. “Hari ini kalau aksi berlangsung aman, trennya akan melanjutkan penguatan,” kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada saat dihubungi, Jumat 2 Desember 2016.

(Baca juga: Investor Tak Cemas Aksi 212, Harga Saham dan Rupiah Menguat)

Pagi tadi, pada perdagangan preopening, IHSG telah bergerak naik 9,163 poin (0,18 persen) ke 5.207,918. Begitu juga saat mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 5,880 poin (0,11 persen) ke 5.207,288. Selanjutnya, pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup naik 9,051 poin (0,17 persen) ke 5.207,806.

Ada enam sektor menguat, sementara 4 sektor lainnya melemah. Sektor aneka industri memimpin penguatan indeks siang ini sebesar 1,45 persen. Sementara sektor industri dasar dan consumer goods mencatatkan pelemahan tertinggi masing-masing sebesar 0,50 persen.

Advertisement

(Baca juga:  OPEC Pangkas Produksi, BPS Peringatkan Risiko Kenaikan Harga BBM)

Sebanyak 133 saham naik, 119 saham turun, dan 87 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 138.186 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 5,525 miliar saham senilai Rp 2,488 triliun. Bursa juga mencatat, dana asing keluar sebanyak Rp 87,581 miliar.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.480 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.540. (Baca juga: Demi APBN, Jokowi Dukung Indonesia Keluar dari OPEC)

Reza menilai pelemahan dolar itu merupakan dampak keputusan OPEC yang memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari. "Keputusan OPEC berimbas pada nilai tukar dolar Amerika Serikat, maka imbasnya Rupiah menguat," tuturnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait