Pemerintah Tingkatkan Kerja Sama Industri dengan Jepang

Tercatat, ada lebih dari 1.750 perusahaan Jepang menjalankan bisnisnya di Indonesia.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
16 Oktober 2017, 19:32
Jokowi
Laily | Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

Pemerintah berupaya meningkatkan kerja sama industri dengan Jepang. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengunjungi Jepang untuk menggaet investasi dan perluasan pasar.

"Menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada 2018 nanti, kami ingin menjadikan momentum penting bagi kedua belah pihak untuk memajukan perekonomian," kata Airlangga dalam keterangan resminya, Senin (16/10).

Dia berharap bakal mencapai kesepakatan untuk menumbuhkembangkan sektor manufaktur melalui peningkatan investasi dan perluasan pasar. Targetnya, prospek bisnis untuk memicu daya saing dan saling melengkapi antara kedua pihak bakal terwujud.

Airlangga menjelaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak hanya mendorong penanaman modal dari perusahaan manufaktur Jepang skala besar, tetapi juga menggandeng kerja sama yang menyasar pada pengembangan teknologi dan inovasi, sumber daya manusia, dan industri kecil menengah.

Potensi pasar yang besar di Asia Tenggara menjadi salah satu daya tarik. "Untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi yang tujuannya mempermudah investor," ujarnya.

Tercatat, ada lebih dari 1.750 perusahaan Jepang di Indonesia dengan kegiatan usaha di bidang manufaktur, infrastruktur, dan jasa. Sektor yang investasinya terus meningkat adalah otomotif, logam, mesin, dan elektronika.

Kunjungan Airlangga ke Jepang akan berlangsung selama satu pekan, 16-21 Oktober 2017. Ia bakal bertemu dengan direksi Fujitrans Corporation, Mitsubishi Motors, JFE Steel, dan Sango Corportation.

Selain itu, ada kegiatan bersama Indonesia Investment and Business Forum (IIBF), Japan Indonesia Economic Committe (JIEC), The Japan External Trade Organization (JETRO), Nagoya Chamber of Commerce and Industry (NCCI), serta pemerintah daerah Aichi dan Ogawa.

Bulan lalu, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin Imam Haryono juga mempromosikan kawasan industri Indonesia ke Jepang. "Kawasan industri baru yang kami tawarkan, di antaranya berada di Pulau Jawa, yaitu Karawang, Bekasi, Majalengka, Tangerang, dan Sidoarjo. Untuk kawasan industri di luar Jawa adalah Ketapang, Penajam Paser Utara, Deli Serdang, Simalungun, Muaro Jambi, dan Gorontolau Utara," tutur Imam.

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait