Jokowi Prioritaskan Jepang Garap Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Pemerintah juga akan menawarkan proyek jalan tol di ruas Pekanbaru – Padang kepada investor Jepang.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
26 Juli 2017, 15:31
Pemeliharaan Rel KAI
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sejumlah pekerja menyelesaikan perbaikan jalur lintasan kereta api di Banyuwangi, jawa Timur, Jumat (17/3).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memprioritaskan Jepang dalam menggarap proyek kereta cepat di jalur utara Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya. Jokowi menyampaikan hal itu saat bertemu Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka.

"Tadi Presiden sudah oke preferensinya Jepang," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan JICA di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7).

Basuki juga mengatakan, Jokowi juga meminta jajarannya untuk mengebut penggarapan dua proyek infrastruktur lain yakni Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rute Barat ke Timur serta pelabuhan Patimban juga diminta untuk dipercepat pelaksanaannya oleh Jokowi. "Tambahan lainnya adalah tol Trans Sumatera dan akses jalan ke Patimban," kata Basuki.

(Baca juga: Kajian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Selesai Akhir Juli)

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Jokowi secara khusus meminta JICA untuk masuk dan mendanai proyek tol Trans Sumatera. Basuki mengatakan dirinya siap menawarkan ruas tol Pekanbaru - Padang untuk didanai oleh JICA. "Karena ruas itu penting bagi logistik," kata Basuki.

Basuki juga menambahkan, untuk proyek di luar pulau Jawa, Pemerintah meminta JICA untuk mendanai proyek irigasi serta pembangkit listrik. Namun dia masih belum bisa menyebutkan berapa plafon pinjaman yang akan oleh JICA.

Pemerintah juga masih mengkaji siapa pihak yang akan digandeng sebagai mitra untuk menggarap proyek kereta tersebut. Saat ini sudah ada dua negara yang menawarkan diri, yakni Jepang dan Tiongkok. Jepang merupakan negara yang sejak awal mendapat preferensi mengerjakan proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya. Sementara, Tiongkok telah mendapat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

(Baca: Uji Kelayakan Kereta Express Jakarta-Surabaya Pakai Dana APBN)

Hanya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin berharap Jepang dapat membuat studi kelayakan proyek kereta ini secara bagus. Dia juga masih mengatakan negara selain Jepang bisa saja memiliki kesempatan. "Jadi bukan semata-mata Jepang," kata Budi.

Video Pilihan

Artikel Terkait