XL Axiata Sediakan Rp 150 Miliar untuk Bangun 289 BTS 4G di Luar Jawa

Sebagian besar BTS yang dibangun itu ada di kawasan tengah dan timur Indonesia, termasuk Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.
Pingit Aria Mutiara Fajrin
Oleh Pingit Aria Mutiara Fajrin
28 Oktober 2019, 06:00
Teknisi melakukan pemeliharaan perangkat Base Transceiver Station (BTS) milik XL Axiata di menara yang berada di Pringgokusuman, Yogyakarta, Kamis (03/10/2019). Perawatan rutin tersebut guna menjamin kenyamanan pelanggan XL Axiata, dimana memasuki usia ke
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Teknisi melakukan pemeliharaan perangkat Base Transceiver Station (BTS) milik XL Axiata di menara yang berada di Pringgokusuman, Yogyakarta, Kamis (03/10/2019). Perawatan rutin tersebut guna menjamin kenyamanan pelanggan XL Axiata, dimana memasuki usia ke-23 tahun ini XL Axiata tercatat telah melayani lebih dari satu juta pelanggan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitar 70 persen pelanggan adalah pengguna aktif layanan data..

PT XL Axiata Tbk (EXCL) menargetkan pembangunan 289 BTS (Base Transceiver Station) di daerah terpencil. Proyek dengan skema USO (Universal Service Obligation) ini merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada pemerintah dalam penyediaan layanan telekomunikasi di daerah yang selama ini belum terjangkau sinyal internet. 

"Capex sekitar Rp 150 miliar," kata Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya di Maumere, Minggu (27/10) malam.

Guna menandai pembangunan jaringan USO di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kawasan timur Indonesia lainnya, manajemen XL Axiata akan meresmikan salah satu BTS USO di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT, pada Senin (28/10).

Proyek ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Usaha Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta pemerintah daerah setempat.

“XL Axiata memiliki spirit yang yang sejalan dengan visi pemerintah dalam menyediakan jaringan telekomunikasi dan data/internet bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil agar mereka segera dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” kata Yessie.

(Baca: XL Axiata Pakai Teknologi Huawei untuk Kelola Jaringan 2G hingga 5G)

Ia menambahkan, semua titik BTS USO yang dibangun XL Axiata tahun ini berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di kawasan tengah dan timur Indonesia, termasuk Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua. Pembangunan jaringan USO di titik-titik tersebut telah mulai dilaksanakan sejak Oktober 2019 dan akan tuntas sebelum akhir tahun ini. 

Tahun lalu, XL Axiata berada di posisi kedua dengan jumlah BTS sebanyak 118,6 ribu unit, di bawah Telkomsel seperti tergambar dalam databooks di bawah ini.
 

XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang on air jaringan USO di 2019. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G.

Yessie berharap pengembangan jaringan XL Axiata melalui skema USO akan semakin luas tahun depan hingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. “Area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi," katanya.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia naik 10,12% dalam setahun menjadi 171 juta pada 2019. Namun, baru 44% penggunanya berada di luar Jawa. Angka ini diharapkan terus bertambah. 

"Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO,“ ujar Yessie.
 
Sebelumnya, pada tahun 2017 dan 2018, XL Axiata juga telah mulai membangun jaringan USO di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sambutan masyarakat di semua area titik BTS pun positif. 

(Baca: XL Axiata Pakai Teknologi Huawei untuk Kelola Jaringan 2G hingga 5G)

Data trafik yang tercatat di setiap BTS menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak pertama kali beroperasi, yaitu rata-rata antara 11% hingga 15%. Selain itu, jumlah masyarakat yang memanfaatkannya juga terus bertambah. 
 
Selain jaringan USO, XL Axiata sudah hadir di NTT sejak tahun 2017 dengan jaringan data di 22 kota/kabupaten di NTT dengan dukungan total sekitar 1.000 BTS. Khusus jaringan 4G, sudah masuk ke 19 kota/kabupaten, dengan lebih dari 200 BTS.  

Kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan data XL Axiata adalah Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Malaka, dan Sumba Tengah. Total jumlah pelanggan lebih dari 65 ribu dan 90% nya adalah pelanggan yang aktif menggunakan data XL Axiata.
 
Saat ini XL Axiata memiliki pelanggan sebanyak 56,6 juta pelanggan, dan diperkuat dengan lebih dari 127 ribu BTS termasuk lebih dari 53 ribu BTS 3G dan lebih dari 37 ribu BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. 

Reporter: Pingit Aria Mutiara Fajrin

Video Pilihan

Artikel Terkait