Manfaat Mandi Air Hangat, Tingkatkan Kesehatan Otak hingga Jantung

Mandi air hangat dapat menjadi relaksasi setelah bekerja dan beraktivitas seharian. Berikut manfaat mandi air hangat yang dapat Anda rasakan.
Image title
6 September 2021, 18:05
Berikut manfaat mandi air hangat bagi tubuh.
Katadata
Berikut manfaat dan bahaya mandi air hangat bagi tubuh.

Mandi air hangat kerap dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahan mandi dengan air dingin. Manfaat yang biasa dirasakannya adalah sensasi yang menenangkan bagi tubuh dan pikiran.

Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan dan berkutat dengan banyaknya pekerjaan, membersihkan diri dengan mandi air hangat memang salah satu pilihan yang bagus. Berikut ini sederet manfaat yang dapat dirasakan setelah mandi air hangat.

Manfaat Mandi Air Hangat

Di Jepang terdapat pemandian air hangat umum yang disebut dengan sento. Tempat ini biasanya dikunjungi oleh masyarakat sepulang kerja. Di sana, sento juga dianggap bisa membersihkan badan dan pikiran.

Di Indonesia, mungkin tidak banyak pemandian air hangat yang dapat disinggahi setiap hari. Namun Anda dapat mandi air hangat di rumah masing-masing. Apa saja manfaat mandi air hangat untuk tubuh kita?

1. Memiliki dampak terapeutik

Seorang dermatologis asal New York, Amerika Serikat, dr. Bobby Buka mengatakan ada manfaat mandi dengan air hangat bagi kesehatan karena kulit mampu merilis hormon endorfin ketika dibasahi air hangat. Karena itu, mandi air hangat dapat memberikan efek terapeutik dan menyegarkan. Aliran darah ke kulit jadi meningkat.

Untuk mendapatkan sensasi ini, Anda pun bisa mencampurnya dengan garam. Selain itu, suhu tubuh yang meningkat membuat sel neuron lebih peka dan membuat denyut jantung meningkat. Jadi, manfaat mandi air hangat dicampur garam membuat tubuh terasa segar.

2. Meningkatkan pernapasan

Temperatur dari air hangat dan tekanan pada dada Anda ternyata mampu meningkatkan kapasitas paru-paru serta asupan oksigen. Sama seperti efek bersauna, menurut beberapa studi yang berkembang, manfaat mandi menggunakan air hangat bisa menurunkan risiko serangan jantung, meningkatkan kontrol terhadap gula darah, hingga menurunkan tekanan darah.

3. Meningkatkan kualitas tidur

Manfaat mandi air hangat setelah begadang ternyata membuat Anda lebih mengantuk. Studi terbitan Sleep Medicine Reviews menemukan bahwa mandi air hangat 90 menit sebelum tidur membuat Anda tertidur lebih cepat. Riset juga membuktikan bahwa manfaat mandi air hangat bisa meningkatkan kualitas tidur.

Hal ini lantaran temperatur inti tubuh akan meningkat ketika berendam atau dibasahi air hangat. 
Kemudian, ketika beranjak dari kamar mandi, temperatur tubuh akan memberikan sinyal bahwa tubuh sudah siap untuk tidur. Hal ini mampu membuat kualitas tidur Anda lebih baik, dan tentunya, mengantuk lebih cepat, cara yang bisa diterapkan saat begadang atau mengidap insomnia.

4. Membakar kalori

Mandi air hangat terbukti mampu membakar kalori. Dalam sebuah penelitian terhadap 10 pria yang mandi air hangat dan berendam menunjukkan bahwa para responden mengalami pembakaran 126 kalori per jam. Jumlah ini biasanya baru dicapai ketika berjalan kaki sekitar 25-30 menit.

Dalam penelitian yang sama, terdapat kesimpulan bahwa manfaat mandi air hangat juga bisa menghindari lonjakan gula darah setelah makan.

5. Meredakan rasa sakit pada tubuh

Berendam dengan air hangat bisa mengurangi rasa sakit pada tubuh. Ada penelitian yang memperlihatkan kasus pada pengidap penyakit Ehlers-Danlos. Penyakit ini membuat tubuh penderitanya sangat “ringkih”.

Penelitian tersebut membuktikan, mandi air hangat bisa membuat otot-otot tubuh penderita Ehlers-Danlos rileks. Jadi, rasa nyeri pada tubuh bisa diredakan. Tak perlu khawatir, manfaat mandi air hangat di malam hari ini pun bisa dirasakan pada orang-orang pada umumnya

6. Meningkatkan kesehatan otak

Pada studi tahun 2018, mandi dengan air hangat terbukti bisa menstimulasi brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF adalah protein yang memiliki banyak fungsi untuk otak, seperti:

  • Meningkatkan kualitas kelangsungan hidup sel-sel saraf.
    Mempercepat pertumbuhan, pematangan, dan pemeliharaan sel saraf.
  • Meningkatkan kemampuan otak dalam mempelajari sesuatu dan mengingat.

Studi ini melibatkan delapan pria yang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mandi dengan air panas selama 20 menit. Kelompok lainnya mandi dengan air hangat.

Partisipan yang mandi dengan air panas memiliki kadar BDNF lebih tinggi. Peneliti menyimpulkan, hipertemia yang disebabkan mandi air panas bisa menambah produksi BDNF.

7. Meningkatkan kesehatan jantung

Keuntungan mandi air hangat, termasuk manfaat mandi air hangat di pagi hari, selanjutnya adalah meningkatkan kesehatan jantung.

Sebuah laporan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa air hangat bisa melancarkan peredaran darah pada penderita gagal jantung. Sebab, pembuluh darah akan melebar ketika terekspos dengan temperatur tinggi.

Kemudian, pada sebuah studi tahun 2012, air hangat juga terbukti bisa meredakan kekakuan pada pembuluh darah. Studi itu memperlihatkan, partisipan yang memasukkan sebagian kakinya ke dalam air panas selama setengah jam, mampu meredakan pembuluh darah yang kaku.

8. Meredakan sakit kepala

Manfaat mandi air hangat selanjutnya adalah meredakan sakit kepala. Umumnya, sakit kepala terjadi saat pembuluh darah di kepala mengalami penyempitan. Dengan mandi air hangat, pembuluh darah di kepala akan 'mengendor' dan lepas dari tekanan, sehingga sakit kapala dapat diredakan.

9. Melegakan hidung tersumbat

Mandi air hangat saat flu ternyata melembapkan lubang hidung. Hal ini juga membantu melegakan hidung tersumbat karena uap hangat membantu lendir di saluran pernapasan lebih mudah keluar. Efeknya, hidung tersumbat pun teratasi.

Kapan waktu terbaik untuk mandi air hangat?

Seperti yang sudah dijelaskan, manfaat mandi air hangat mampu meningkatkan kualitas dan durasi tidur Anda. Akan tetapi, kapan waktu terbaik untuk mandi air hangat, agar bisa merasakan manfaatnya?

Untuk menemukan waktu terbaik untuk mandi air hangat, para peneliti mencari jawabannya dalam lebih dari 5.000 studi. Hasilnya, waktu terbaik untuk mandi air hangat adalah malam hari, tepatnya 1-2 jam sebelum tidur.

Walau begitu, perlu diingat bahwa Anda disarankan tidak berlama-lama ketika mandi air hangat. Cukup 10 menit saja, untuk bisa membantu tingkatkan kualitas tidur.

Temperatur yang pas untuk mandi air hangat

Jangan asal mandi air hangat saja. Tingkat kepanasan dari air juga harus diperhatikan.

Seperti yang dikatakan oleh profesor dari University of Texas, Amerika Serikat, temperatur air sangatlah penting, agar Anda bisa merasakan manfaat mandi air hangat. Suhu yang disarankan untuk mandi air hangat adalah maksimal 40 derajat Celcius.

Bahaya Mandi Air Hangat

Intinya, tidak boleh menggunakan air terlalu panas, atau malah dingin. Hal ini bisa justru tidak berdampak positif bagi tubuh. Namun jika dilakukan terlalu sering, berikut dampak mandi air hangat yang perlu kamu ketahui.

1. Kulit menjadi rusak

Mandi air hangat memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Namun, ketika hal tersebut terlalu sering dilakukan, kulit akan terlihat lebih kering, karena air panas mengganggu fungsi kelenjar minyak pada kulit yang berfungsi sebagai pelembap alami. 

2. Kulit kering dan pecah-pecah

Walaupun membuat Anda nyaman dan menenangkan, kulit dapat menjadi kering jika Anda mandi di air panas terlalu lama. Ini baru terlihat beberapa waktu setelah selesai mandi. Mengapa begitu? Air panas bisa mengganggu fungsi dari kelenjar minyak di kulit. Kelenjar ini berfungsi untuk melembabkan kulit. Ketika fungsi kelenjar terganggu, kulit menjadi kering dan terlihat pecah-pecah.

3. Kulit terbakar dan iritasi

Pada dasarnya Anda akan mengetahui pada suhu berapa air panas yang dapat ditoleransi. Ketika terkena air panas, reseptor pada kulit akan segera mengirim sinyal ke otak untuk segera melakukan gerakan refleks menghindari air panas tersebut. Ini menyebabkan hampir tidak mungkin kulit terbakar ketika Anda sedang mandi air panas. Namun, ini bisa saja terjadi pada beberapa kelompok.

Pertama, kulit terbakar pada bayi. Kulit bayi sangat berbeda dari kulit orang dewasa sehingga sangat rentan terhadap banyak hal, baik itu sentuhan yang terlalu keras, zat kimia maupun temperatur yang terlalu ekstrem. Selain karena kulitnya yang rentan dan sensitif, bayi tidak bisa memberikan respons jika suhu yang diterimanya terlalu panas. Ini tentu membuat orangtua tidak mengetahui bahwa bayi sedang merasa tidak nyaman dengan air yang sepanas itu.

Kedua, kulit terbakar pada orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes yang mengalami kerusakan pada saraf atau biasa disebut diabetic neuropathy dapat memiliki kemampuan dan kepekaan dalam merasakan panas yang menurun dibanding orang normal. Jika orang normal akan sadar dan kepanasan di suhu tertentu, bisa saja orang dengan diabetes tidak merasakan hal tersebut. Namun setelah selesai mandi, kulitnya sudah memerah seperti terbakar.

4. Tekanan darah turun tiba-tiba

Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, pembuluh darah bisa melebar karena suhu yang panas. Ini menyebabkan aliran darah yang semakin deras. Namun, pada suhunya berlebih serta durasi yang terlalu lama, pembuluh darah di seluruh tubuh akan mengalami pelebaran yang semakin parah.

Ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Untuk mengatasi hal tersebut, jantung akan memompa lebih cepat dan lebih keras lagi. Bagi Anda yang sedang mengalami tekanan darah rendah, hati-hati karena bisa jadi Anda akan mengalami pusing hingga hilangnya kesadaran.

Jika pelebaran pembuluh darah terjadi di kepala, Anda bisa saja sangat pusing, kehilangan keseimbangan, bahkan kehilangan kesadaran (pingsan). Jatuh di kamar mandi tentu merupakan hal yang ditakuti karena berisiko membentur lantai, tembok, bak mandi, dan toilet.

5. Membahayakan Kesehatan Janin

Bukan masalah jika sesekali ibu hamil ingin mandi dengan air hangat. Namun, sebaiknya tidak menggunakan air bersuhu terlalu tinggi, karena dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Hal tersebut dapat terjadi ketika ibu hamil terus-menerus terpapar air panas ketika kehamilan menginjak 4-6 minggu. Mengidap kelainan tulang belakang dan otak pada bayi merupakan salah satu dampak mandi air hangat. Untuk mencegahnya, 10 menit adalah batas maksimal ibu hamil untuk mandi dengan air hangat.

Disarankan untuk menggunakan air dingin atau air dengan suhu ruangan untuk mandi pada pagi hari, karena akan membuat kamu bersemangat untuk memulai aktivitas di pagi hari. Sedangkan pada malam hari, sah-sah saja jika sesekali mandi air saat tubuh merasa lelah, karena air hangat dapat meredakan stres dan membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Editor: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait