Penuh Sejarah, Ini 5 Destinasi Wisata Semarang

Semarang terkenal sebagai kota perdagangan dan pariwisata. Ada banyak situs bersejarah yang dijadikan lokasi wisata kota ini. Berikut destinasi wisata Semarang.
Image title
9 September 2021, 14:20
Bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda di Wilayah Kota Lama, Semarang, jawa Tengah, menjadi lokasi wisata Semarang.
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda di Wilayah Kota Lama, Semarang, jawa Tengah, menjadi lokasi wisata Semarang.

Wisata Semarang menyimpan banyak bangunan bersejarah. Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia. Kota seluas 373,70 kilometer yang terdiri dari 16 kecamatan dan 117 kelurahan ini berpenduduk heterogen, terdiri dari etnis Jawa, Cina, Arab, dan pendatang yang menuntut ilmu, bekerja, maupun menetap. Hal tersebut menjadikan Semarang sebagai kota yang kaya keberagamaan.

Kekayaan Kota Semarang mencakup banyak sisi, mulai dari keberagaman, kebudayaan, sejarah, hingga tempat wisata. Selain itu, fasilitas prasarana Kota Semarang juga sudah cukup memadai, mulai dari pelabuhan, pendidikan, kesehatan, perbelanjaan, sampai kawasan bisnis.

Mengutip Semarang Kota, selain sebagai kota perdagangan, Semarang juga menjadi kota jasa pariwisata. Karenanya, hotel-hotel dari kelas melati sampai kelas bintang terus berkembang. Selain itu, sarana transportasi udara maupun darat juga terus ditingkatkan.

Punya ciri khas keberagamaan menjadikan Kota Semarang destinasi wisata para pelancong, baik lokal maupun mancanegara. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 destinasi wisata Semarang.

Advertisement

1. Benteng Pendem Ambarawa

Benteng yang juga dikenal dengan nama Benteng Fort Willem I ini merupakan bangunan tua peninggalan bangsa Belanda. Seiring zaman, saksi bisu kolonialisme negeri kincir angin itu pun dijadikan lokasi berburu foto oleh generasi milennial.

Tangsi serdadu ini masih kokoh berdiri di tengah persawahan Desa Lodoyong RT 07 RW 3, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pelancong yang berkunjung ke sini akan dikenakan retribusi Rp 5.000 per orang plus parkir.

Setengah bagian benteng yang dibangun pada 1845 ini dijadikan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa. Sehingga, pengunjung hanya bisa mendatangi sisi utara benteng saja. selain itu, benteng Pendem memiliki dua tingkat, namun wisatawan hanya bisa berkeliling di lantai dasar, sebab lantai dua dijadikan sebagai tempat tinggal pegawai lapas.

Arsitekturnya yang masih asli dan autentik membuat bangunan ini cocok dijadikan latar berfoto. Beberapa orang memanfaatkan bangunan tua nan bersejarah ini sebagai lokasi foto model hingga pemotretan pre wedding.

2. Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng yang terletak di Jalan Simongan Raya nomor 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat ini merupakan situs bersejarah perkembangan dan persebaran Islam di Semarang oleh seorang penjelajah asal Cina, Laksamana Cheng Ho.

Walaupun bernuansa Tiongkok, klenteng ini punya banyak corak islami khusus pada area langit-langit yang berwarna hijau dan bedug. Dengan nuansa tersebut, klenteng ini cocok untuk dijadikan tujuan wisata religi sekaligus berburu foto.

Hingga kini, klenteng tua ini masih eksis sebagai tempat digelarnya sejumlah festival, seperti Hari Raya Imlek dan peringatan HUT Sam Poo Kong.

Untuk berkunjung ke situs bersejarah ini, wisatawan akan dikenakan biaya Rp 8.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Sementara pada akhir pekan, harga tiket untuk satu orang dewasa naik menjadi Rp 12.000 dan Rp 8.000 untuk anak-anak.

Apabila pengunjung ingin masuk dan berkeliling di dalam area ibadah, ada biaya tambahan Rp 28.000 untuk orang dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Sementara, di akhir pekan harga naik menjadi Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak.

Ada banyak sisi daya tarik dari Klenteng Sam Poo Kong ini, salah satunya menjadi simbol akulturasi budaya dan simbol toleransi atas umat beragama. Selain itu, bangunannya yang megah, patung Laksamana Cheng Ho yang gagah, dan gua bersejarah memuat makam atau petilasan juru murid sang laksamana juga jadi alasan wisatawan untuk berkunjung.

3. Pagoda Avalokitesvara

Pagoda dengan nama Avalokitesvara Buddhagaya Watugong ini merupakan tempat ibadah umat Buddha yang berada di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong. Dengan tinggi 45 meter, pagoda ini menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Pagoda yang dibangun pada 1955 ini terdiri dari 7 tingkat dengan desain semakin ke atas semakin sempit. Di setiap tingkatan terdapat empat buah patung Dewi Kwan Im yang anggun tengah menghadap empat penjuru mata angin, semakin menambah elegansi pagoda. Di dalam pagoda juga dibangun patung Bodhisattva Avalokiteswara

Kehadiran patung tersebut membuat pagoda ini memiliki nama lain, yakni pagoda Dewi Kwan Im. Bukan cuma itu, pagoda ini juga dikenal dengan nama Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih sebab keberadaannya ditujukan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat, sang Dewi Cinta Kasih.

Di pagoda ini, umat Buddha biasanya melakukan ritual untuk mengetahui nasib manusia atau disebut sebagai ritual Tjiam Shi. Selain itu, wisatawan yang menyukai ramalan bisa meminta kepada petugas pagoda untuk menafsirkan nasib ramalan Tjiam Shi mereka.

Pengunjung yang melintasi pelataran pagoda juga akan langsung disambut patung Sidharta Gautama yang tengah duduk di bawah pohon Bodhi. Selain itu, di bagian belakang terdapat patung Buddha berwarna coklat yang tengah tertidur dengan tubuh dan pakaian berwarna emas.

4. Museum Lawang Sewu

Sebagian besar pelancong barangkali sudah tidak asing lagi dengan museum yang terletak di Jalan Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah. Landmark Kota Semarang ini mulai dibangun sejak 27 Februari 1904 – Juli 1907 dan diberi nama Het Hoofdkantoor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscappij (NISM).

Walaupun memiliki arti seribu pintu, Lawang Sewu nyatanya memiliki 928 pintu dengan 425 frame dan 114 ruang kerja. Gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia ini menyimpan berbagai koleksi perkeretaapian Indonesia dari masa ke masa. Adapun koleksinya, yakni Alkmaar, mesin Edmonson, replika lokomotif uap, mesin tik, mesin hitung, surat berharga, dan lain sebagainya.

Lawang sewu juga menyajikan proses pemugaran gedung lewat foto, video, dan material restorasi. Di dekat pintu keluar, tersedia perpustakaan berisi buku-buku tentang kereta api. Selain itu, gedung ini juga sering disewa untuk berbagai kegiatan, seperti syuting, pemotretan, pentas seni, festival, workshop, hingga pernikahan.

Lawang Sewu buka setiap hari pukul 07.00 – 21.00 WIB dengan harga tiket Rp 10.000 untuk orang dewasa, mahasiswa, dan wisatawan mancanegara, serta Rp 5.000 untuk anak-anak dan pelajar.

5. Kota Lama

Wisatawn yang ingin berekreasi sambil menyelusur potongan sejarah Indonesia bisa berkunjung ke Kota Lama yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Di kawasan ini banyak bangunan bernuansa Eropa yang pas dijadikan latar berswafoto.

Selain berfoto dan menikmati saksi bisu sejarah Indonesia, pengunjung juga dapat bersantai di Taman Srigunting, berkeliling dengan sepeda, membeli barang-barang antik, dan berkunjung ke Galeri Semarang atau Gereja Blenduk.

Pengunjung bisa datang ke Kota Lama tanpa mengeluarkan biaya masuk sepeser pun. Namun, apabila ingin berkeliling dengan sepeda atau menikmati fasilitas lainnya maka pengunjung akan dikenakan biaya sesuai fasilitas yang digunakan.

Editor: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait