Kejar Kelompok Bersenjata, Polda Papua Kirim Dua Peleton Tambahan

Kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo diketahui kini berada di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.
Image title
16 September 2021, 10:45
kelompok bersenjata, papua
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.
Sejumlah prajurit Yonif 315/Garuda mengikuti upacara pelepasan Satuan Tugas Pam Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Papua di Lapangan Yonif 315/Garuda, Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/5/2021). Sebanyak 400 prajurit Yonif 315/Garuda tersebut akan bertugas selama sembilan bulan untuk memperkuat pasukan TNI dan Polri yang sudah lebih dulu bertugas menjaga pertahanan dan keamanan di Papua.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengirimkan dua peleton tambahan untuk mengejar kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo yang terlibat baku tembak dengan aparat pada Senin (13/9). 

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menegaskan para personel berasal dari satuan Brimob. Sebelumnya Polda Papua sudah mengirim dua tim dari Satgas Nemangkawi yang kini berada di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Pihaknya juga berpesan kepada anggota agar tidak mudah terpancing dengan aksi kelompok bersenjata. Anggota harus benar-benar memperhitungkan langkah yang akan dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun senjata api.

"Setiap langkah yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat, agar tidak menjadi pemasok senjata api bagi KKB " ujar Fakhiri dikutip dari Antara, Kamis (16/9).

Fakhiri menegaskan situasi di Kiwirok saat ini sudah kondusif. Kelompok bersenjata diketahui sudah bergeser ke Okhika. Ia juga meminta personel TNI dan Polri agar tetap waspada agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Kontak senjata antara kelompok bersenjata dan personel TNI/Polri terjadi pada hari Senin (13/9) yang menyebabkan seorang anggota Yonif 403/WP terluka di bagian lengan kanan. Kelompok pimpinan Lamek Taplo juga melakukan pembakaran fasilitas umum, antara lain Kantor BPD Papua, puskesmas, gedung sekolah dasar, dan rumah warga.

Komandan Kodim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw menegaskan tidak ada prajurit yang meninggal dalam insiden tersebut. "Berita yang beredar di media sosial tentang empat prajurit meninggal saat baku tembak dengan KKB, di Kiwirok, Senin (13/9) tidak benar atau hoaks," katanya dikutip dari Antara, Kamis (16/9).

Dia mengakui memang ada satu prajurit yang terluka di bagian lengan kanannya tetapi kondisinya stabil. Dari laporan yang diterima terungkap dari KKB ada satu yang meninggal dan dua lainnya terluka.

Korban meninggal dari KKB yakni Elly Bidana (35 th) yang dalam struktur KKB menjabat sebagai komandan operasi batalyon III Meme. Dia tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan pada Senin itu.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait