Cina Kecam Keras Pakta AUKUS

Pakta pertahanan Aukus yang dibentuk oleh Australia, Amerika Serikat, dan Inggris berpotensi menandingi dominasi Cina di Indo-Pasifik.
Image title
17 September 2021, 13:17
Aukus, cina
123RF.com/hulv850627
Ilustrasi kapal perang milik militer Tiongkok.

Cina bereaksi keras atas langkah Australia, Inggris, dan Amerika Serikat yang membentuk pakta pertahanan Aukus di kawasan Indo-Pasifik.

Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan perjanjian itu merusak perdamaian dan stabilitas regional. Kesepakatan trisula itu juga juga mengintensifkan perlombaan senjata. 

"Ekspor teknologi kapal selam nuklir yang sangat sensitif oleh Amerika Serikat dan Inggris ke Australia sekali lagi membuktikan bahwa mereka menggunakan ekspor nuklir sebagai alat permainan geopolitik dan mengadopsi standar ganda, yang sangat tidak bertanggung jawab," kata Zhao, dikutip dari Reuters, Jumat (17/9).

Zhao mengatakan kesepakatan itu memberi negara-negara kawasan alasan untuk mempertanyakan ketulusan Australia dalam mematuhi komitmen non-proliferasi nuklirnya. Pakta Aukus merupakan aliansi pertahanan untuk berbagi teknologi canggih di antara ketiga negara. Salah satu upaya pertama yang akan dilakukan adalah membantu Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir. Australia akan menjadi negara ketujuh yang memiliki kapal selam bertenaga nuklir jika proyek tersebut sudah selesai.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menolak kritik yang dilontarkan Beijing. Menurutnya, Cina seharusnya tidak menganggap Aukus sebagai provokasi di kawasan regional. 

"Cina memiliki program yang sangat substantif untuk pembangunan kapal selam nuklir dan mereka memiliki hak untuk mengambil keputusan demi kepentingan nasional mereka untuk pengaturan pertahanan mereka, tentu saja begitu juga dengan Australia dan semua negara lain," katanya

Tidak hanya Cina, Perancis juga meradang karena tidak dilibatkan dalam kesepakatan baru ini. Perancis sebelumnya telah memenangkan kontrak senilai US$ 90 miliar untuk membangun 12 kapal selam untuk Angkatan Laut Australia pada 2016. Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian menyebutnya sebagai tikaman dari belakang dan menuding Presiden AS Joe Biden bertindak seperti pendahulunya, Donald Trump.

"Keputusan brutal, sepihak, dan tak terduga ini mengingatkan saya pada apa yang dulu dilakukan Trump," katanya.

Pakta Aukus dipercaya akan membuat membuat kesepakatan pembelian kapal selam Prancis senilai puluhan miliar dolar AS oleh Australia pupus. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait