Perbaiki Harga, Mendag Akan Serap Telur dari Peternak untuk Bansos

Harga telur jatuh hingga di bawah Rp 20.000 per kilogram. Padahal, harga pakan ternak justru terus melonjak, membuat para peternak menjerit.
Image title
25 September 2021, 17:31
Telur, kemendag
Katadata
Pekerja mengambil telur ayam di Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021). Akibat harga jual telur yang terus mengalami penurunan menjadi Rp15.500 per kilogram dan diperparah dengan harga pakan mencapai Rp6.000 per kilogram, peternak terpaksa menjual ayam kalingnya untuk menutupi biaya produksi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.

Kementerian Perdagangan berencana menyerap telur dari peternak dan menyalurkannya ke masyarakat melalui mekanisme bantuan sosial (bansos). Selain bisa memperbaiki harga telur yang anjlok, upaya ini juga diharapkan membantu menjaga gizi masyarakat di tengah pandemi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan saat ini harga telur terlalu murah karena daya belinya turun. Harga telur nasional berada sekitar 10%-20% di bawah standar harga Kementerian Perdagangan.

"Jadi, ini salah satu terobosan yang sedang dipikirkan oleh pemerintah, supaya harga telur ini baik dan juga meningkatkan gizi masyarakat. Ini yang sedang kami pikirkan. Kita bantu semua sama-sama supaya bisa jalan perekonomian," kata Mendag saat mengunjungi Pasar Badung, Bali, dikutip dari Antara, Sabtu (25/9).

Harga telur saat ini memang jauh di bawah harga standar. Di tingkat eceran harganya sekitar Rp 20.000 per kilogram. Padahal, biasanya bisa mencapai Rp 25.000 per kg. Bahkan di tingkat agen bisa mencapai Rp 17.000 per kilogram.

Harga telur yang terlalu murah telah membuat banyak peternak mengeluh. Pasalnya, di tengah penurunan harga telur, harga pakan ternak justru kian meroket. Salah satu peternak yang sempat mencuri perhatian adalah Suroto, peternak ayam petelur asal Blitar yang sempat ditangkap karena membentangkan poster saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Blitar. Belakangan, Suroto justru diundang Presiden ke istana untuk menyampaikan keluh kesahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Negara pada 15 September 2021 itu, Presiden memerintahkan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk mencari solusi persoalan ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait