Luhut dan Penasihat Keamanan AS Diskusi Soal Stabilitas Kawasan

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan perwakilan Gedung Putih di sela-sela kunjungannya ke Amerika Serikat dalam rangka mencari obat Covid-19.
Image title
19 Oktober 2021, 13:54
Luhut
Katadata

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan pada Senin (18/10).

Juru bicara Gedung Putih Emily Horne mengatakan keduanya membicarakan sejumlah isu penting, termasuk soal pentingnya hubungan bilateral kedua negara. Sullivan juga menegaskan komitmennya untuk ikut terlibat di kancah perpolitikan Asia Tenggara sekaligus mempromosikan keterbukaan di kawasan Indo Pasifik.

“Mereka juga berdiskusi mengenai perubahan iklim, situasi di Myanmar, dan isu lainnya,” ujar Horne dalam pernyataan resmi, Selasa (19/10).

Horne menegaskan Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri pandemi dan memperkuat keamanan global untuk mencegah darurat kesehatan yang berpotensi terjadi di masa depan. Sullivan berjanji akan melanjutkan kolaborasi dengan Indonesia dan negara lain di kawasan untuk mendorong stabilitas di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Luhut dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikabarkan terbang ke AS untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan obat Covid-19. Salah satu yang dibidik adalah Molnupiravir yang diproduksi Merck & Co.

Selain itu Luhut dan Budi juga membidik AT-527 yang diproduksi Roche serta Proxalutamide bikinan Kintor asal Cina. Meski demikian pemerintah ingin para produsen tak hanya menjual obat namun membangun fasilitas produksi di Indonesia.

“Kami harapkan produsen obat mau bekerja sama untuk investasi dan produksi di Indonesia,” kata Luhut.
Sedangkan Budi mengatakan dua obat lain yang dibidik adalah Bamlanivimab dan Etesevimab yang termasuk monoclonal antibody untuk meniru kemampuan imun tubuh melawan virus. Sejumlah obat buruan pemerintah saat ini sedang dalam tahap pengujian klinis. Budi juga menawarkan para produsen untuk menggelar uji klinis di Indonesia.

Budi sejak dua pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah telah mendekati beberapa perusahaan farmasi untuk mendapatkan obat untuk pasien Covid-19. Selain Merck, ia juga menjajaki perusahaan global lainnya seperti Eli Lilly hingga produsen obat Korea Selatan, Celltrion Inc.

"Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan beberapa telah merencanakan untuk mulai uji coba," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (4/10).

Sedangkan Merck pada pekan lalu telah mengajukan izin penggunaan malnupiravir buatannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Jika disetujui, tablet yang dikembangkan bersama Ridgeback Biotherapeutics tersebut akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk Covid-19.

 

Reporter: Rezza Aji Pratama
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait